IFBC Banner

Viral! Postingan Yun Nanik Hina TKI Sebagai Tukang yang Membersihkan WC

Kamis, 20 Juni 2019 – 19:00 WIB

Tangkapan layar postingan Yun Nanik (Foto: Istimewa)

Tangkapan layar postingan Yun Nanik (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Profesi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sejatinya bukanlah pekerjaan yang haram atau memalukan. Negara pun mengakui kemuliaan TKI sebagai pahlawan 'devisa negara'.

IFBC Banner


Sayangnya, masih saja ada orang yang menghina TKI. Seperti sebuah unggahan status di grup Facebook Wong Tulungagung mendadak viral karena memposting unggahan status akun Yun Nanik pada Kamis 20 Juni 2019, pukul 12.00 WIB.

Yun Nanik menyebut tidak akan merestui anaknya yang berpacaran dengan anak seorang TKW, karena pekerjaannya membersihkan WC. Sontak ribuan warganet langsung merespon 'julid' mengomentari postingan yang mengandung unsur penghinaan terhadap pekerja buruh migran atau TKW.

"Pacare anakku ibuke jare kok TKW. Jelas aku gak restui to, mosok aku besanan karo tukang ngosek wc, sorry saya bukan TKW #catet (Pacar anakku, ibunya katanya kok TKW, jelas aku tidak merestui, masak aku punya besan tukang membersihkan WC, maaf saya bukan TKW)," tulis akun Yun Nanik seperti dikutip REQnews.

Pascaunggahan status itu, ribuan warganet langsung menyerbu dengan memberikan ribuan komentar. Selama empat jam setelah diunggah, terdapat lebih dari 5.000 komentar yang masuk. Tulisan tersebut juga telah dibagikan hampir seribu kali.

Beberapa warganet menyayangkan unggahan Yun Nanik tersebut, karena dapat memicu ketersinggungan dari para buruh migran. "TKW dan TKI pahlawan devisa negara plus pahlawan keluarga. Jo kemlingi sok semugeh ngelek-ngelek TKW TKI, pangkatmu opo (Jangan sombong sok kaya menjelek-jelekkan TKW TKI, pangkatmu apa)," tulis pemilik akun Rehan Choi Say Won di kolom komentar.

Senada juga disampaikan pemilik akun Gamaning Urip Aza. "Mulutmu adalah harimaumu, tunggulah azab," ujarnya.

Unggahan tersebut kini juga banyak disebar melalui aplikasi pesan WhatsApp hingga ramai diperbincangkan masyarakat. Salah seorang warga Tulungagung Denny Trisdianto, juga menyayangkan adanya ujaran yang berpotensi menyinggung profesi tertentu.

Namun dia berharap warganet tidak mudah terpancing dengan status atau unggahan tersebut. "Tentu kalau orang yang saat ini sebagai buruh migran akan merasa terhina saat membaca tulisan itu. Tapi jangan terpancing karena di zaman medsos seperti banyak sekali orang-orang yang iseng atau membajak akun orang lain atau bisa juga mengambil gambar dan profil orang lain," ujar Denny.