Waspada! Kirim Sticker Mesum di WhatsApp Bisa Terancam Pidana hingga Denda Rp 6 Miliar

Senin, 06 September 2021 – 12:35 WIB

Aplikasi WhatsApp (Foto: Istimewa)

Aplikasi WhatsApp (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut, jika menyebarkan sticker mesum merupakan pelanggaran kesusilaan dan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Kalau masuk kategori pornografi seperti yang diatur di UU Pornografi, pasti melanggar hukum dan masyarakat yang mengetahui hal itu bisa melaporkan ke kami atau polisi," ujar Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, dikutip pada Senin 6 September 2021.

Dalam Pasal 1 angka 1 Undang-undang (UU) Nomor 44 Tahun 2008, pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh atau bentuk pesan lainnya.

Meskipun dalam berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual termasuk melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.

Ia menyebut, bagi yang melanggar UU Pornografi, akan disanksi pidana penjara paling singkat enam bulan hingga 12 tahun, dan/atau denda minimal Rp 250 juta dan maksimal Rp 6 miliar.

Sanksi tersebut tertulis dalam pasal 29 UU Pornografi. Sedangkan pada Pasal 45 UU ITE, orang yang melanggar aturan akan disanksi pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda maksimal Rp 1 miliar.

Sementara Direktur Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi menilai bahwa stiker yang berbau pornografi di Whatsapp melanggar UU ITE.

“Masalahnya, mana konten yang dapat dianggap melanggar kesusilaan dan mana yang biasa saja. Ini akan bergantung pada tafsir pornografi, yang menyangkut gambar atau video," kata Heru.