20.887 Anak Jadi Yatim-Piatu Gegara Covid, KemenPPA Pastikan Pendidikan dan Kebutuhan Terpenuhi

Minggu, 12 September 2021 – 19:06 WIB

Ilustrasi Virus Covid-19 (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Virus Covid-19 (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) berkolaborasi dengan United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) menyebut sebanyak 20.887 anak di Indonesia kehilangan orang tua selama pandemi Covid-19. 

"Dari data yang didapatkan setelah berkolaborasi dengan UNICEF, secara nasional di Indonesia 20.887 anak harus menjadi yatim, piatu, bahkan yatim-piatu selama masa pandemi COVID-19," kata Menteri PPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam keterangan tertulis dari Pemprov Bali, Minggu 12 September 2021.

Ia pun menyampaikan duka karena anak-anak harus kehilangan orang tua akibat Covid-19. Bintang pun memberikan semangat, agar jangan berhenti berharap meski tanpa orang tua.

"Namun, meskipun harus kehilangan salah satu bahkan kedua orang tua, tetaplah jangan berhenti berharap karena adik-adik akan tetap jadi anak-anaknya Indonesia yang jadi tanggung jawab kita semua," kata dia.

Menurutnya, pandemi Covid sangat berdampak dan dirasakan perempuan dan anak di Indonesia. "Untuk itu kami berperan aktif bersama kolaborasi pemerintah dan rekan-rekan swasta. Bantuan kita masih jauh dari cukup namun dapat sebagai langkah awal bagi anak-anak yang kurang beruntung ini," lanjutnya.

"Saya yakin nantinya adik-adik ini akan jadi anak yang beruntung di masa depan. Pendidikannya tidak boleh putus, hak-hak dasar harus kita upayakan bersama," kata dia.

Pihaknya pun akan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan kementerian/lembaga terkait serta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di daerah untuk menjamin pendidikan dan keberlangsungan hidup anak, termasuk dari sisi mental dan psikis anak bersangkutan.

"Kehadiran kami disini untuk memastikan anak-anak yang kehilangan orangtua mendapatkan pendampingan psikis agar lebih kuat, serta memastikan hak pendidikan dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi," ujarnya.