Heboh Dokter AS Sindir RI: Politikus Serakah dan Ulama Tak Berpendidikan Lebih Bahaya dari Covid-19

Jumat, 17 September 2021 – 14:01 WIB

dr Faheem Younus sindir situasi di Indonesia. (Foto: Istimewa)

dr Faheem Younus sindir situasi di Indonesia. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Dokter asal Amerika Serikat, Faheem Younus kembali jadi sorotan netizen Indonesia. Kali ini gara-gara sindiran halusnya terkait situasi Indonesia.

Dalam cuitan terbarunya di akun Twitter @faheemyounus, dokter asal Maryland itu menyebut dalam bahasa Indonesia bahwa ada dua virus yang lebih berbahaya dari Covid-19.

"Dua Virus yg lebih berbahaya dari COVID... 1. Politikus serakah; 2.Ulama yang tidak berpendidikan," tulis Faheem Younus, dikutip Jumat, 17 September 2021.

Diduga cuitan ini diposting oleh dr Faheem Younus untuk menanggapi sejumlah insiden yang baru-baru ini terjadi di Indonesia.

Salah satunya, insiden pembakaran masjid Ahmadiyah di Sintang, Kalimantan Barat pada Jumat, 3 September 2021 lalu.

Dalam sebuah cuitan lainnya, Faheem Younus juga mengingatkan masyarakat Indonesia agar tak terpecah belah karena virus kebencian.

"Indonesia: Tolong jangan biarkan VIRUS kebencian sektarian memecah belah rakyat Anda," cuitnya.

Tak sampai di situ, Faheem Younus juga membagikan salah satu Hadist Riwayat Bukhari yang mengingatkan tentang akhlak.

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlak dan akhlaknya (HR Bukhari)," tutup dia dalam cuitannya.

Belakangan diketahui, Faheem Younus merupakan penganut Ahmadiyah. Dia pernah menjabat sebagai Presiden Pemuda Nasional Jamaah Muslim Ahmadiyah USA (MKA USA) pada periode 2006-2010. Dia juga merupakan Sekretaris Nasional Pendidikan untuk organisasi Jamaah Muslim Ahmadiyah Amerika Serikat.

Dokter Faheem Younus merupakan ilmuwan dan dokter dari University of Maryland School of Medicine Health, AS. Namanya terkenal di kalangan netizen RI karena kerap mengunggah cuitan terkait Covid-19 dalam Bahasa Indonesia.

Cuitan Faheem Younus selalu dibanjiri respons netizen Indonesia. Banyak netizen yang menerima saran-saran kesehatan dari dokter yang telah mengantongi Certified Physician Executive (CPE) dan penghargaan Top Doc pada 2017 dan 2018 itu.