Viral Surat Terbuka untuk Mendikbudristek Nadiem Makarim: Tak Adakah Rasa Ngilu di Dada Mas Menteri?

Sabtu, 18 September 2021 – 07:00 WIB

Surat terbuka untuk Menteri Nadiem mendadak viral di jagat maya. (Foto: Facebook)

Surat terbuka untuk Menteri Nadiem mendadak viral di jagat maya. (Foto: Facebook)

JAKARTA, REQNews - Sebuah surat terbuka yang ditujukan untuk Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim mendadak viral di jagat maya.

Surat tersebut ditulis oleh seorang pengawas tes PPPK Guru TUK SMKN Praya, Lombok Tengah, NTB.

Dalam surat tersebut, pengawas bernama Novi Khassifa itu mengungkapkan keprihatinannya melihat seorang pria berusia 57 tahun bersusah payah mengikuti tes agar diangkat menjadi guru PPPK dari sebelumnya hanya guru honorer.

"Yang terhormat, Mas menteri Nadiem Makarim. Tak adakah rasa ngilu di dalam dada mas menteri melihat sepatu tua yang lusuh ini?" tulis Novi di unggahannya, dikutip Sabtu, 18 September 2021.

Lebih lanjut Novi bercerita, selama bertahun-tahun pria itu setia mendidik generasi muda Indonesia meski hanya digaji tak sampai Rp 500 ribu per bulan.

Gaji sebesar itu tentu sangat pas-pasan untuk makan, apalagi untuk membeli pakaian hingga sepatu baru.

Tes PPPK sempat memberi secercah harapan untuk guru tua tersebut. Namun apa daya, dia gagal dalam tes teori yang harus menggunakan komputer.

"Soal-soal yang mas menteri berikan hanya teori belaka saja. Tak sebanding dengan praktik pengabdian berpuluh-puluh tahun lamanya. Soal-soal yang membuat beliau terseok-seok ketika memegang mouse dan membuat kepalanya pening. Akhirnya, PASSING GRADE pun tak diraih," lanjut Novi.

Novi pun meminta kepada Menteri Nadiem Makarim agar terketuk hatinya memperhatikan nasib para guru honorer yang seperti ini. Mereka tidak ahli dalam teknologi, namun berhasil membuat anak-anak Indonesia bisa membaca dan berhitung.

"Beliau mempunyai andil yang besar dalam membangun negeri tercinta ini. Sudi kiranya mas menteri memberikan keringanan untuk melihat beliau bisa menikmati masa tua dengan sepatu dan kehidupan yang layak. Tak usah diperumit. Jika tidak ada kebijakan untuk mengangkat derajat mereka, setidaknya di surga besok sepatu ini akan menjadi saksi bahwa ilmu yang beliau ajarkan sangat bermanfaat untuk keberlangsungan umat," tandasnya.