Berhasil Skakmat Vanuatu Soal Papua di Sidang PBB, Diplomat Sindy Nur Fitri Banjir Pujian!

Senin, 27 September 2021 – 13:45 WIB

Diplomat Sindy Nur Fitri dalam Sidang PBB. (Foto: Youtube/Kemenlu)

Diplomat Sindy Nur Fitri dalam Sidang PBB. (Foto: Youtube/Kemenlu)

JAKARTA, REQnews - Lagi-lagi, Vanuatu mencoba mengusik Indonesia soal Papua dalam Sidang PBB. Perdana Menteri Bob Loughman Weibur menuding sedang terjadi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua.

Tudingan tersebut tak pelak membuat geram Sekretaris Ketiga Perutusan Tetap Republik Indonesia New York, Sindy Nur Fitri. Diplomat muda itu pun langsung membantah dengan tegas tudingan Vanuatu tersebut.

"Kami menolak tuduhan palsu, tidak berdasar, dan keliru yang terus ditumbuhkan oleh Vanuatu," tegas Sindi mengutip tayangan YouTube Kemenlu, Senin, 27 September 2021.

"Mereka menciptakan harapan palsu dan kosong, dan serta hanya memicu konflik. Sayangnya dengan mengorbankan nyawa yang tidak bersalah," lanjutnya.

Lebih lanjut Sindy menyayangkan, Vanuatu terus saja mempersoalkan kedaulatan dan mencampuri integritas teritorial negara lainnya di Sidang PBB.

Hal tersebut bisa dilihat dari pernyataan yang berulang kali dikeluarkan Vanuatu soal status Papua dan dihubungkan dengan isu HAM.

Padahal, kata Sindy, persoalan tersebut tidak patut disinggung karena merupakan bagian dari urusan integral Indonesia dan forum Sidang PBB sejatinya tidak digunakan untuk itu.

Menurut Sindy, Vanuatu hanya berupaya membangun citra di hadapan dunia bahwa mereka peduli terhadap isu-isu HAM. Padahal yang terjadi justru sebaliknya. Dan mereka juga tidak memahami masalah sebenarnya yang terjadi di Papua.

"Vanuatu berupaya mengesankan dunia, seolah-olah negara ini 'peduli' terhadap isu-isu HAM. Pada kenyataannya, HAM versi mereka diputarbalikkan dan sama sekali tidak hirau atas tindak teror keji serta manusawi yang dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata," kata Sindy.

Sindy pun menilai bahwa apa yang dilakukan Vanuatu merupakan kesalahan dan bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional serta Piagam PBB.

"Ini melanggar tujuan dan prinsip Piagam PBB dan bertentangan dengan Deklarasi Prinsip-Prinsip Hukum Internasional tentang Hubungan Persahabatan dan Kerja Sama Antar Negara," ujar Sindy.

"Kita tidak bisa membiarkan pelanggaran berulang terhadap Piagam PBB ini berlanjut di forum ini," tandasnya.

Respons cerdas dan tegas yang dilontarkan Sindy Nur Fitri terhadap Vanuatu di Sidang PBB ini membuat sosok diplomat muda tersebut banjir pujian dari netizen di Tanah Air.