IFBC Banner

Ingat Bu Guru Gina yang Viral Gegara Cantik Banget? Duh! Kini Viral Lagi karena Gelapkan Uang Donasi

Sabtu, 02 Oktober 2021 – 00:01 WIB

Guru cantik yang viral kini dituding gelapkan uang donasi. (Foto: Weibo/Instagram)

Guru cantik yang viral kini dituding gelapkan uang donasi. (Foto: Weibo/Instagram)

CHINA, REQnews - Beberapa waktu lalu, sosok guru bernama Long Jingjing alias Gina mendadak viral dan jadi perbincangan hangat netizen di jagat maya.

IFBC Banner


Wajahnya yang kebangetan cantik dan niat mulianya mengabdikan diri untuk mengajar anak-anak di pedesaan, membuat sosok Gina dikagumi dan dibanjiri pujian.

Oleh netizen, Gina bahkan dijuluki guru desa tercantik. Gina merupakan salah satu relawan yang mengajar anak-anak di desa. Dia juga aktif menggalang dana untuk keperluan murid-muridnya.

Namun belakangan, sang guru cantik justru diterpa isu miring. Ia dituding hanya memanfaatkan anak-anak di pedesaan untuk mendapatkan keuntungan. Dia juga dituduh menggelapkan uang donasi.

Menurut informasi, Gina merupakan wanita cantik lulusan Universitas Columbia. Setelah lulus, dia mendirikan LSM yang mengirimkan guru untuk mengajari anak-anak di daerah terpencil China dan negara-negara berkembang.

Namun mengejutkan, baru-baru ini perusahaannya dilaporkan tidak memiliki lisensi. Karena itu, dia dituding menggelapkan donasi yang terkumpul dari masyarakat.

Sejumlah proyek amal yang digalangnya juga dinilai tak transparan. Gina juga dibanjiri kritik lantaran penampilannya kini yang glamor, berbeda saat dia berpose dengan siswa-siswanya di desa.

Namun Gina membantah segala tudingan yang dilayangkan padanya.

"Mengubah dunia tidaklah mudah. Bagiku, itu adalah komitmen. Selama 10 tahun belakangan, aku telah membantu 1.500 orang, mengumpulkan donasi senilai 1,93 juta yuan (Rp 426 jutaan) dan mengorganisasi 112.055 kelas untuk anak-anak," kata Gina, dikutip Jumat, 1 Oktober 2021.

"Walaupun aku tidak hidup setiap hari di gunung, angka ini membuatku percaya aku bisa melakukan lebih dari yang aku bayangkan," tulisnya di Weibo.

"Kami akan merefleksikan kesalahan kami dan bersyukur bahwa krisis ini membuatku menyadari banyak celah dalam operasi organisasi kami. Kami akan lebih memperhatikan pada transparansi informasi ke depannya," tandasnya.