IFBC Banner

Viral Gadis Cantik Kabur dari Rumah Bareng Pacar Gegara Gak Mau Dijodohkan dengan Polisi atau TNI

Minggu, 03 Oktober 2021 – 15:01 WIB

Sitti kabur dari rumah sejak 16 September 2021 karena tak mau dijodohkan dengan polisi maupun tentara. (Foto: Istimewa)

Sitti kabur dari rumah sejak 16 September 2021 karena tak mau dijodohkan dengan polisi maupun tentara. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Kisah seorang gadis cantik bernama Sitti Rahmadanti Fokaubun (23 tahun) asal Nametek Kei, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Pulau Buru, Maluku menghebohkan jagat maya.

Sitti kabur dari rumah sejak 16 September 2021 karena tak mau dijodohkan dengan polisi maupun tentara. Menurut keterangan orangtuanya, Sitti dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak berselera sama sekali dengan pria yang bertugas sebagai aparat.

Lantaran cemas terhadap putri cantiknya, orangtua Sitti pun membuat laporan ke kepolisian pada 27 September 2021. Hingga kini, Sitti dinyatakan sebagai orang hilang.

Orangtua Sitti kian cemas karena putrinya yang baru diwisuda itu kabur bersama sang kekasih yang masih berstatus sebagai mahasiswa berinisial MF. Sang pacar merupakan mahasiswa di salah satu kampus di Makassar.

Sementara itu, berdasarkan penyelidikan sementara, pihak Polres Buru mengatakan bahwa Sitti kini sudah berada di luar Pulau Buru. Dia diduga berada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

"Diketahui telah berada di luar Pulau Buru sejak tanggal 17 September 2021 berdasarkan hasil pelacakan," demikian ditulis akun Facebook Tim Marsegu Polres Buru, dikutip Minggu, 3 Oktober 2021.

Dua belas hari sejak kabur dari rumah, Sitti sempat mengunggah kabar melalui akun Instagram-nya @gadismalang_98.

"Beta (saya) mau bilang bahwa beta seng (tidak) hilang, beta juga seng (tidak) diculik, beta masih dalam keadaan waras dan kondisi beta masih dalam keadaan baik-baik saja, Semoga Allah melindungi katong samua, seng ada nyawa yang bisa katong genggam melainkan Tuhan yang punya segalanya," tulis Sitti.

Sitti juga mengungkapkan bahwa sebelum pergi dari rumah, dia sempat meninggalkan pesan yang ditulisnya di kertas HVS F4 sebanyak empat lembar. Menurutnya, surat itu juga sudah dibaca oleh orang tuanya dua hari setelah ia pergi.

"Dan surat itu pun dibalas oleh beta pung orang tua melalui pesan yang mereka kirimkan. Bukan hanya itu, beta juga membalas pesan mereka dan beta meminta agar mereka tetap baik-baik saja, beta juga memberi kabar ke mereka kalo beta ada dalam keadaan sehat walafiat," tandasnya.