Kasus Subang, Analisis Puntung Rokok Berbagai Merek Milik Danu Kembali Disorot: Aneh Banget!

Jumat, 08 Oktober 2021 – 17:01 WIB

Analisis puntung rokok Danu di kasus Subang kembali disorot. (Foto: Istimewa)

Analisis puntung rokok Danu di kasus Subang kembali disorot. (Foto: Istimewa)

SUBANG, REQnews - Youtuber Anjas Maheswara yang dikenal getol menyoroti pembunuhan Subang kembali muncul dengan sejumlah analisisnya soal kasus tersebut.

Lewat kanal Youtube-nya, Anjas di Thailand, dia menyoroti soal puntung rokok berbagai merek yang banyak ditemukan di TKP, yang disebut milik sepupu korban, Danu.

Menurut analisis Anjas, temuan puntung rokok tersebut terbilang aneh dan unik. Pasalnya, Danu dalam pengakuannya mengatakan dia datang ke rumah Amel hanya untuk mengambil uang beli doubletip dan langsung pulang. Danu menegaskan, di situ dia tak merokok.

"Jadi ada hal aneh menurut Danu, kok bisa ditemukan banyak puntung rokok. Hasil olah TKP, ada puntung rokok berbagai merek lagi, ini unik dan terkesan aneh ya," kata Anjas, dikutip Jumat, 8 Oktober 2021.

Kemudian, lanjut Anjas, misalnya Danu adalah pelaku kasus Subang itu maka agak aneh apabila ia ke rumah korban dan lantas mengisap rokok dari berbagai merek rokok.

Menurut Anjas, yang namanya perokok lazimnya setia dengan satu merek tertentu. Sehingga, sangat tidak lazim satu orang mengisap rokok dari berbagai merek.

Oleh karena itu, ia menilai mungkin saja ada upaya pihak tertentu yang menyudutkan sepupu dari korban kasus Subang itu, yakni Danu.

"Danu pada tanggal 17 kan ngaku nggak ngerokok, ini hal aneh. Ini apakah salah satu gejala ada seseorang sedang framing Danu dengan mengambil puntung rokok Danu dan kemudian ditaruh ke sana, mungkin saja ke situ," ujar Anjas.

Sementara itu, soal DNA Danu yang terdapat di puntung rokok di TKP pembunuhan, Anjas menyebut bisa saja DNA tersebut rusak atau terbaur dengan DNA lainnya.

"Kalau bagi aku pribadi, DNA dari puntung rokok bisa dipindahkan orang berbagai kemungkinan, apalagi banyak putung rokok berbagai merek, aneh banget. Ini bisa tercampur jadi satu (informasi DNA-nya), bisa saja," tandasnya.