Bonus untuk Bayar Utang, Inilah Kisah Sedih Ari Pramanto Peraih Emas PON Papua Asal Sumbar

Kamis, 14 Oktober 2021 – 05:05 WIB

Ari Pramanto

Ari Pramanto

JAKARTA, REQnews - Kisah Ari Pramanto, atlet asal Sumatra Barat (Sumbar) yang berhasil merebut medali emas di cabang olahraga Shorinji Kempo dalam PON XX Papua, benar-benar menyedihkan dan mengiris hati.

Bagaimana tidak, Ari di balik kesuksesannya ternyata menyimpan masalah berat. Ia mengatakan bonus yang bakal diterima setelah meraih medali emas, akan dipakai melunasi utang.

Bahkan, Ari mengaku ia harus membayar utang kepada beberapa pihak, yang membuat bonusnya sebagai atlet bakal terkuras habis.

"Kalau bicara bonus, mungkin semuanya untuk bayar utang saja lagi," kata Ari, seperti dikutip dari Antara, Rabu 13 Oktober 2021.

Atlet berusia 34 tahun tersebut menuturkan, ia selama ini terpaksa meminjam uang dari berbagai pihak hanya untuk membiayai latihannya menjelang PON XX Papua.

Sejak dua tahun terakhir ini, Ari harus mengeluarkan biaya besar karena bolak-balik dari Kota Arang atau Sawahlunto menuju Padang, yang jaraknya 97 kilometer dengan waktu tempuh tiga jam menggunakan mobil, untuk latihan.

Sementara di rumah, ia harus tetap menafkahi sang istri dan anak. Apalagi, Ari adalah anak tertua, yang memiliki kewajiban terhadap orang tua.

Parahnya, meskipun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar memberikan uang saku untuk persiapan PON, namun dana itu kerap terlambat diserahkan bahkan ditunggak.

Akhirnya, tak ada jalan lain. Ari terpaksa meminjam uang kanan-kiri demi menutupi kehidupan sehari-hari.

Bahkan, untuk berangkat ke PON XX, ia hanya diberi Rp 2,5 juta oleh KONI Sumatera Barat. Dengan jumlah itu, tentu saja tidak mencukupi segala kebutuhan selama berada di ujung timur Indonesia.

"Jangankan untuk berbagi dengan anak istri di kampung, untuk biaya hidup selama di Papua saja tidak cukup," ujar Ari.

 

Selepas PON, ia berencana menagih janji pemerintah provinsi setempat yang sebelumnya menjanjikan peraih medali emas di PON XX akan diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN).

"Saya mau menagih itu. Benar tidak atau sesuai tidak dengan janjinya," kata dia.