Lembaga Ini Membantu Kemenpora Memberantas Doping di Bidang Olahraga

Rabu, 20 Oktober 2021 – 21:30 WIB

Ilustrasi Atlet (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Atlet (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Dalam melaksanakan pertandingan olahraga, harus diutamakan sportivitas antar pemain, salah satunya ialah optimalisasi pelaksanaan pengawasan doping yang dilakukan pada setiap kegiatan olahraga.

Penguatan sekaligus penggantian terhadap Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 730 Tahun 2015 tentang Lembaga Anti Doping Indonesia, diharapkan agar operasionalisasi kegiatan perlombaan nasional maupun internasional dapat terlaksana dengan adil.

Indonesia memiliki Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI), yang merupakan lembaga mandiri di tingkat nasional dan memiliki peran dalam membantu Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dalam pelaksanaan ketentuan anti doping di Indonesia.

Doping sendiri, ialah penggunaan zat maupun metode terlarang untuk meningkatkan prestasi olahraga, serta mengacu pada World Anti Doping Code, yang berisikan kode anti doping dunia yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh seluruh organisasi anti doping, olahragawan, dan pihak terkait lainnya. 

LADI dalam melaksanakan kegiatan operasionalisasi dan keputusannya, bebas dari pengaruh dan intervensi pihak manapun untuk menjaga netralitas dan profesionalitas, serta berafiliasi dengan World Anti Doping Agency dan lembaga anti doping regional. Tempat kedudukan LADI berada di ibukota negara Republik Indonesia dan dapat dibentuk kantor perwakilan LADI di tingkat daerah provinsi.

Memegang peranan penting, LADI memiliki tugas 7 utama berupa:

1.      Menetapkan peraturan doping sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan The Code dari World Anti Doping Agency, disertai mekanisme pemberian sanksi apabila ditemukan pelanggaran.

2.      Mengelola pelaksanaan ketentuan anti doping di Indonesia.

3.      Melaksanakan kampanye gerakan anti doping.

4.      Melaksanakan pencegahan terhadap penggunaan doping.

5.      Melaksanakan pengawasan terhadap doping.

6.      Melaksanakan pengujian sampel doping.

7.      Memfasilitasi proses Therapeutic Use Exemption yaitu pembebasan penggunaan zat atau metode terlarang tertentu, dan proses Result Management, merupakan proses administrasi pra panel dengar pendapat terhadap potensi pelanggaran ketentuan anti-doping.

 

Sehingga, berdasarkan tugasnya tersebut, LADI memiliki fungsi dalam pengelolaan organisasi, melalui perencanaan program dan anggaran, monitoring dan evaluasi pelaksanaan program kerja, penyusunan bahan kebijakan, peraturan, pedoman, dan intelijen doping, pengelolaan administrasi dan informasi elektronik, serta penatausahaan kerjasama dengan organisasi anti-doping dunia dan mitra strategis LADI.

 

Penulis: Hans Gilbert Ericsson