Kenapa Jaksa Agung ST Burhanuddin Harus Dicopot? Begini Alasan BEM UI

Kamis, 21 Oktober 2021 – 15:20 WIB

Jaksa Agung ST Burhanuddin

Jaksa Agung ST Burhanuddin

JAKARTA, REQnews - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mencopot sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara yang dianggap tidak becus dalam bekerja.

Salah satu nama yang diminta BEM UI untuk segera ditendang adalah Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin.

Desakan pencopotan sejumlah petinggi negara ini disampaikan BEM UI dalam rapor merah dua tahun kepemimpinan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Jaksa Agung Burhanuddin mendapatkan nilai paling buruk, yakni E atau Drop Out.

Tentu saja ada alasan kenapa BEM UI mendesak Burhanuddin untuk segera dicopot, salah satu masalahnya adalah HAM.

Dalam pernyataan sikap BEM UI yang disampaikan Rabu 20 Oktober 2021, pada poin 6 disebutkan: "Menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu dan mengadili pelakunya melalui pengadilan HAM secara adil dan transparan. Mencopot Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dari jabatannya atas dasar kegagalannya dalam melakukan penyelesaian terhadap kasus pelanggaran HAM masa lalu."

Sebelumnya, meski sempat didesak untuk segera menyelesaikan kasus HAM masa lalu yang terbengkalai seperti Tragedi Semanggi I dan II, ST Burhanuddin malah menyampaikan pernyataan yang sempat membuat publik murka.

Ia mengatakan, Tragedi Semanggi I dan II bukanlah termasuk pelanggaran HAM berat.

Akibat pernyataannya, Burhanuddin sempat digugat oleh Maria Katarina Sumarsih dan Ho Kim Ngo yang bernaung di bawah Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK).

Namun, ajaibnya, Burhanuddin menang setelah Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Maria dan Ho, pada awal September 2021 lalu.