Update Kasus Pelecehan dan Bullying, KPI Tolak Biayai Pengobatan Psikiater Korban MS

Senin, 25 Oktober 2021 – 12:01 WIB

KPI tolak biayai pengobatan korban pelecehan dan bullying, MS. (Foto: Ilustrasi)

KPI tolak biayai pengobatan korban pelecehan dan bullying, MS. (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA, REQnews - Kasus pelecehan dan bullying di lingkungan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memasuki babak baru.

Kuasa hukum terduga korban pelecehan dan perundungan MS, mengatakan KPI tidak mengabulkan permintaan kliennya untuk membiayai pengobatan di psikiater demi mengatasi trauma.

"Kondisi jiwa MS sudah di tahap membutuhkan seorang psikiater, kalau hanya psikolog saja tidak cukup. Ini sudah kita tegaskan berkali-kali, tapi pimpinan KPI seperti tidak kunjung paham. Dan benar mereka menolak membiayai pengobatan di psikiater pilihan MS sendiri," kata kuasa hukum MS, Muhammad Mualimin, dikutip Senin, 25 Oktober 2021.

Lebih lanjut Muhammad menjelaskan, KPI hanya menawarkan psikolog dari Kominfo, sementara MS membutuhkan psikiater agar bisa mendapatkan obat penenang dan penghilang rasa cemas.

"Pimpinan KPI memberikan sesuatu yang tidak dibutuhkan MS. Ini ibarat MS butuh operasi di RS tapi KPI malah memberikan tukang pijat," sindir Muhammad.

Diketahui, MS sebelumnya telah mendapat pendampingan psikiater dari RS Polri dan diresepkan tiga obat yang membuatnya lebih tenang.

"Inilah kenapa MS meminta KPI agar menanggung pengobatan di psikiater pilihan MS sendiri. Sayangnya KPI tidak mengabulkan permintaan korban dan ini mengecewakan," kata Muhammad.

"Kerusakan psikis MS hanya bisa ditangani psikiater, tapi KPI ngotot dan bersikeras hanya memberikan psikolog. Sikap KPI sungguh egois dan tak mendengar keluhan MS sebagai korban yang butuh pengobatan," tegasnya.