IFBC Banner

Kena Sindir Media AS, Malaysia Malah Nyinyirin Militer Indonesia

Jumat, 05 November 2021 – 07:00 WIB

Ilustrasi militer Indonesia (Foto: indonesia.go.id)

Ilustrasi militer Indonesia (Foto: indonesia.go.id)

JAKARTA, REQnews - Beberapa waktu lalu, Malaysia kena sindir media Amerika Serikat.

IFBC Banner


Ini terjadi usai Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) menyambut pesawat pembom AS dengan pesawat asal Rusia.

Media AS secara terang-terangan menyebut TDUM sebagai kesatuan yang aneh. Dalam artikel Forbes yang terbit 27 September 2021, mereka menyebutkan soal beberapa kekurangan yang dimiliki Malaysia.

Forbes menyebut negara-negara non-blok seperti Malaysia terkadang mencoba untuk mempertahankan hubungan dengan berbagai pemerintah dengan memisahkan pembelian pesawat tempur mereka.

Angkatan udara Malaysia, bagaimanapun, menderita kekurangan pesawat tempur modern berkinerja tinggi.

"Hanya ada 18 Su-30, delapan F-18 dan 13 Hawk yang beroperasi. Hawks khususnya sudah tua dan lelah," kata Forbes dalam artikelnya, dikutip Jumat, 5 November 2021.

Yang mengejutkan, bukannya berkaca pada sindiran yang disampaikan oleh Media AS, Malaysia malah menyeret Indonesia dan India untuk mencoba mencari "teman aneh".

Media Malaysia Defence Security Asia menyebutkan bahwa ada negara lain yang melakukan hal serupa seperti negeri Jiran yakni Indonesia dan India.

"Tidak perlu jauh-jauh mencari karena tetangga terdekat, Indonesia, juga menggunakan jet tempur dari dua blok, yakni Sukhoi Su-30 buatan Rusia dan F-16 dari Amerika Serikat.

Tentara Indonesia tidak hanya menggunakan pesawat tempur dari kedua blok tersebut, tetapi tentara daratnya (TNI AD) juga menggabungkan sistem persenjataan dari Rusia dan Amerika Serikat serta beberapa negara lain.

Selain Indonesia, Angkatan Udara India juga menggabungkan pesawat tempur dari Rusia, Su-30MKI, MiG-21 dan lainnya dengan pesawat tempur Barat lainnya seperti Rafale dan Mirage," demikian kata media Malaysia.

"Dan kini, Amerika Serikat sedang mempromosikan pesawat tempur versi terbarunya, F-15 untuk menarik minat India membelinya.

Bahkan, bagi angkatan udara Malaysia, India dan Indonesia serta banyak angkatan udara negara lain yang memilih "rute yang sama" yaitu menggabungkan jet tempur dari dua blok kekuatan, mereka sangat beruntung.

Keberuntungan memiliki jet tempur dari dua blok kekuatan yang berbeda telah memungkinkan mereka untuk menguasai dua jenis teknologi yang berbeda, yaitu teknologi Rusia dan teknologi AS dan Barat," terang Media Malaysia.