Kapok Diterpa Covid, Akhirnya...! China Larang Perdagangan Daging Anjing dan Kucing

Selasa, 09 November 2021 – 15:31 WIB

Ilustrasi perdagangan anjing dan kucing

Ilustrasi perdagangan anjing dan kucing

JAKARTA, REQnews - China dikenal sebagai salah satu negara tujuan wisata kuliner ekstrem. Di negara ini, beragam hewan "tak biasa" bisa dikonsumsi, mulai dari anjing, kucing hingga kelelawar.

Namun ada kabar terbaru yang mengejutkan! Salah satu kota di China kini telah secara resmi melarang penjualan anjing dan kucing.

Kota pertama di China yang melarang perdagangan anjing dan kucing itu adalah Shenzhen. Dilansir dari BBC, Selasa, 9 November 2021, larangan tersebut ditetapkan akibat pandemi Covid-19 yang kemunculannya diduga terkait dengan hewan liar.

Imbas Covid itulah yang kemudian mendorong aparat China untuk mantap melarang penjualan dan konsumsi satwa liar. Namun Shenzhen bergerak lebih maju dengan memasukkan anjing dan kucing dalam daftar "hewan terlarang".

Ini diatur dalam aturan baru yang akan mulai diberlakukan 1 Mei mendatang. Pemerintah Kota Shenzhen mengungkapkan keprihatinan mereka atas fakta bahwa terdapat lebih dari 30 juta anjing dibunuh setiap tahunnya di Asia, hanya untuk dikonsumsi. Angka itu dilaporkan pihak Human Society International atau dikenal HSI.

"Sebagai hewan peliharaan, anjing dan kucing membentuk hubungan lebih dekat dengan manusia ketimbang hewan-hewan lainnya, dan melarang konsumsi anjing, kucing, dan hewan-hewan peliharaan lainnya adalah praktik umum di negara-negara maju dan di Hong Kong dan Taiwan," kata Pemerintah Kota Shenzhen dalam pernyataan resminya.

Meski aturan perlindungan satwa ini sudah ditetapkan, China masih menyetujui penggunaan empedu beruang untuk pengobatan pasien Covid-19. Mereka percaya, empedu beruang mempunyai kandungan seperti asam ursodeoksikolat yang dapat digunakan untuk menghancurkan batu empedu dan menangani penyakit liver.