Update Kasus Subang: 2 Polisi Sebut Ada Saksi yang Bakal Jadi Tersangka, Siapa Dia?

Rabu, 24 November 2021 – 19:31 WIB

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago dan ahli forensik yang juga Polwan Mabes Polri, dr Sumy Hastry Purwanti (Foto: Istimewa)

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago dan ahli forensik yang juga Polwan Mabes Polri, dr Sumy Hastry Purwanti (Foto: Istimewa)

SUBANG, REQnews - Penyidikan kasus pembunuhan Subang terus mengalami perkembangan. Yang mengejutkan, menurut informasi yang diungkapkan dua polisi disebutkan soal adanya saksi yang bakal dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

Tak main-main, pernyataan ini disampaikan oleh dua polisi yang kompeten di bidangnya. Pertama, datang dari Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago.

Diungkapkan Erdi, dari penyelidikan yang dilakukan selama ini, calon tersangka mengerucut pada sejumlah saksi yang kemungkinan bakal jadi tersangka.

Erdi pun optimistis tersangka dapat diumumkan dalam waktu dekat. "Jadi sudah kami tegaskan beberapa waktu lalu juga memang tidak ada kendala hanya lebih diutamakan kehati-hatian, dan mengedepankan hak asasi manusia," kata Erdi, dikutip Rabu, 24 November 2021.

Sementara itu, pernyataan serupa juga disampaikan oleh ahli forensik Mabes Polri dr Sumy Hastry Purwanti dalam Kanal YouTube Denny Darko.

Dalam akun YouTube tersebut Denny Darko yang juga ahli penerawang dengan kartu tarotnya juga mengundang Youtuber Anjas Asmara secara virtual, atau Anjas di Thailand.

Anjas sendiri diketahui paling sering melakukan analisis terhadap kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang. Dia seorang dosen di Chulalongkorn University Bangkok Thailand.

Dalam tayangan itu, dr Sumy Hastry menyebut bahwa secara ilmiah calon tersangka memang sudah dikantongi dan tinggal diumumkan oleh penyidik.

Namun, kata Sumy, dirinya harus berhati-hati sebagai dokter sekaligus polisi.

"Saya ingin memastikan dulu yakin orang itu terlibat dalam tindak pidana, nah dari hasil pemeriksaan sekarang kan dari puluhan saksi bisa naik tersangka dari bukti-bukti yang kami periksa di laboratorium forensik," tandas dr Sumy Hastry.