Dijuluki 'Anak Tuhan', Nih Tampang Pendiri Gereja yang Paksa Gadis-gadis Muda Bersetubuh Dengannya

Kamis, 25 November 2021 – 13:01 WIB

Apollo Carreon Quiboloy, pendiri gereja yang paksa gadis-gadis muda berhubungan seks dengannya.

Apollo Carreon Quiboloy, pendiri gereja yang paksa gadis-gadis muda berhubungan seks dengannya.

AMERIKA SERIKAT, REQnews - Apollo Carreon Quiboloy, pendiri sebuah gereja di Filipina yang dijuluki "Anak Tuhan yang Terpilih", kini harus mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya.

Dia saat ini tengah menghadapi dakwaan terkait tuduhan perdagangan gadis-gadis muda dan pemaksaan berhubungan seks di Amerika Serikat.

Diungkapkan Departemen Kehakiman AS, Quiboloy dalam melancarkan aksinya, mengancam para gadis muda dengan modus "kutukan abadi" jika mereka menolak permintaannya untuk berhubungan seks yang dia sebut sebagai "tugas malam".

Tak hanya itu, menurut Departemen Kehakiman, Quiboloy juga melakukan kejahatan lainnya, yakni melakukan penipuan berkedok amaldi California.

Uang hasil pengumpulan donasi digunakannya untuk berfoya-foya dan membiayai gaya hidup mewahnya. Uang-uang tersebut juga digunakan untuk merekrut para gadis muda di Filipina yang kemudian akan dibawa ke AS untuk bekerja di sebuah gereja bernama Kingdom of Jesus Christ, The Name Above Every Name (KOCJ).

Kini pria 71 tahun itu bersama dua terdakwa lainnya didakwa dengan pasal perdagangan seks perempuan.

"Para korban menyiapkan makanan Quiboloy, membersihkan tempat tinggalnya, memberinya pijatan dan diminta untuk berhubungan seks dengan Quiboloy dalam apa yang oleh para pastoral disebut 'tugas malam'," kata Departemen Kehakiman AS, dikutip Kamis, 25 November 2021.

"Terdakwa Quiboloy dan administrator KOJC lainnya memaksa pastoral untuk melakukan 'tugas malam'–yaitu, seks–dengan terdakwa Quiboloy di bawah ancaman pelecehan fisik dan verbal dan kutukan abadi," lanjutnya.