5 Fakta George Harrison, Anak Sopir Bus yang Jadi Gitaris The Beatles

Senin, 29 November 2021 – 15:12 WIB

George Harrison ,Gitaris The Beatles (Foto: Istimewa)

George Harrison ,Gitaris The Beatles (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - George Harrison MBE merupakan musisi, penyanyi, penulis lagu dan produser film Britania Raya, yang dikenal sebagai gitaris grup musik The Beatles.

Pria kelahiran di Wavertree, Liverpool pada tanggal 25 Februari 1943 itu merupakan anak seorang sopir bus bernama Harold Harrison, ibunya bernama Louise. 

Seperti kebanyakan remaja lainnya ketika itu, George remaja menyukai rock n roll dan musik skiffle. Pada usia 14 tahun, ia membeli gitar pertamanya yang berharga £3.

Saat sedang bersekolah di Liverpool Institute ia berteman dengan Paul McCartney. Bersama abangnya, Pete dan teman bernama Arthur Kelly, George membentuk grup musik skiffle yang tidak berumur panjang bernama The Rebels.

Karena kemampuan bermain gitarnya yang baik, Paul McCartney mengajaknya bergabung dengan The Quarrymen, grup musik rock yang dibentuk oleh John Lennon.

Awalnya, John tidak menginginkan George bergabung, tetapi setelah George mendemonstrasikan permainan musik berjudul Raunchy (karya Bill Justis), John mengizinkannya masuk.

George menjadi gitaris utama The Quarrymen pada tahun 1958. Lead guitarist The Beatles ini punya sejumlah fakta menarik untuk diketahui. Yuk simak!

1. Personel The Beatles Termuda

George Harrison merupakan personel The Beatles yang paling muda diantara lainnya, karena dirinya bergabung dengan The Beatles pada saat usianya masih 15 tahun. Saat itu, The Beatles masih bernama The Quarryman, serta masih memainkan genre skiffle.

2. Memiliki Darah Bangsawan Perancis

George sebetulnya memiliki darah bangsawan Perancis di dalam dirinya, karena ibunya adalah keturunan langsung Norman Knights of French. Seorang bangsawan asal Perancis yang hidup di abad ke-18. Meski demikian, hidup keluarga George jauh dari kesan mewah dan hanya tinggal di sebuah flat bertingkat 2.

3. Terpengaruh Budaya India

Para penggemar berat The Beatles pasti tahu, jika George sangat terpengaruh budaya Timur, terutama India. Kecintaan George pada budaya Timur itu tumbuh setelah membaca buku The Illustrated Book of Yoga pada 1965. Kecintaan itu semakin kentara setelah dia melihat penampilan Ravi Shankar pada 1966 dan dirinya pun kemudian memutuskan mengunjungi India. 

Banyak hal yang dia pelajari selama di India. Agama Hindu dan berbagai instrumen musik tradisional India adalah dua di antaranya. Hal-hal yang dipelajarinya itu kelak mempengaruhi cara pandangnya akan hidup, serta memengaruhi estetika musik The Beatles itu sendiri.

4. Penggemar Berat Led Zeppelin

George rupanya adalah salah satu penggemar berat Led Zeppelin. Tak hanya menjadi penggemar, George bahkan akrab dengan semua personel band bergenre hard rock itu. Ia pernah menonton salah satu konser Led Zeppelin pada 1973 di Tampa, Florida. Walau ngefans kepada Led Zeppelin, George tidak sungkan mengkritik band yang digawangi oleh Robert Plant cs.

Menurut George, Led Zeppelin saat itu dianggap tidak pernah mau menulis dan membawakan lagu ballad. Kritik itu langsung dijawab Led Zeppelin dengan sebuah lagu “The Rain Song” ciptaan Robert Plant. Lagu tersebut kelak menjadi salah satu lagu masterpiece dari Led Zeppelin.

 

5. Si Pendiam yang Tak Pendiam

Saat album perdana The Beatles meledak di pasaran, para personel The Beatles pun lantas digandrungi oleh kaum hawa, bahkan mereka sampai memberikan julukan untuk setiap personel The Beatles, termasuk George.

Para penggemar wanita The Beatles menjuluki George sebagai The Quite Beatles alias personel The Beatles yang paling pendiam. Hal itu tak lepas dari perangai George yang jarang sekali berbicara di khalayak umum. Julukan itu rupanya tak sesuai dengan kenyataan, karena menurut Tom Petty, rekan George di grup musik The Travelling Wilburys, George justru yang sangat cerewet.