Heboh Saldo Nasabah Hilang Rp 38,4 Juta, BRI Suruh Nasabahnya Hapus Postingan yang Viral

Rabu, 01 Desember 2021 – 06:00 WIB

Viral kasus saldo tabungan nasabah BRI hilang Rp 38,4 juta. (Foto: Ilustrasi)

Viral kasus saldo tabungan nasabah BRI hilang Rp 38,4 juta. (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA, REQnews - Baru-baru ini jagat maya dihebohkan dengan viralnya kasus raibnya saldo tabungan seorang nasabah BRI sebesar Rp 38,4 juta.

Nasabah bernama Marsen Sinaga menceritakan kasus kehilangan yang dialaminya dalam postingan media sosial hingga akhirnya viral dan menjadi sorotan ribuan netizen.

Belakangan, Marsen mengaku bahwa akhirnya saldo tabungannya itu telah diganti oleh pihak BRI usai kasusnya viral.

Marsen menjelaskan, dirinya telah dihubungi oleh pejabat BRI yang menyampaikan bukti pengembalian uang tersebut.

"Saya tidak menyangka secepat itu. Sekitar pukul 10.30 pagi ini, pejabat dari BRI Cabang Yogya Jalan Cik Di Tiro menghubungi saya via whattsup call. Dia mengabari bahwa dana saya yang hilang sudah dikembalikan. Lalu, petugas CS mengirimi saya foto laporan transaksi di bawah ini," tulisnya, dikutip Rabu, 1 Desember 2021.

Tak hanya itu, Marsen juga mengungkap bahwa pejabat BRI yang menghubunginya meminta dia untuk menghapus postingan tentang kasus tersebut di media sosialnya.

Marsen juga diminta untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada BRI Cabang Yogya di Jalan Cik Di Tiro karena respons yang cepat dalam menyelesaikan permasalahan yang ia hadapi.

"Gitu ajah, BRI? Tentu saya senang karena semua uang saya sudah kembali, di atas kertas. Saya masih harus membuka blokir atas kartu ATM saya untuk bisa 'menyentuh' uang itu," lanjutnya.

Marsen kemudian mengatakan bahwa unggahannya menjadi viral karena banyak orang mengalami dan merasakan kekhawatiran yang sama dengannya. Dia pun menegaskan bahwa postingan yang ditulisnya sama sekali tidak memuat hasutan.

"Semua yang saya sampaikan tidak punya muatan hasutan apalagi berita bohong. Itu menjadi viral karena kecemasan yang sama dialami oleh begitu banyak orang. Yang saya alami bisa menimpa mereka kapanpun," tegasnya.

Lebih lanjut Marsen mengatakan, meski pihak BRI telah mengganti uangnya yang hilang, dirinya masih merasa kecewa karena ada sejumlah haknya sebagai korban yangtak terpenuhi.

"Terkait kasus saya sebagai korban, tidak satupun dari 4 hak itu dipenuhi. Pertama, hak atas kebenaran. Saya perlu tahu kebenaran mengenai kasus saya. Apa yang sesungguhnya terjadi? Mengembalikan uang saya tidak memenuhi hak atas kebenaran ini," ujarnya.

Kedua, kata Marsen, hak atas keadilan. Marsen merasa keadilan baru ditegakkan jika pihak BRI membeberkan seluruh proses yang mereka lakukan untuk mengungkap kasus ini, dan memberitahu siapa yang terlibat dan sebagainya.

"Ketiga, hak atas reparasi. Pengembalian uang tentu saja bisa dianggap sebagai pemulihan atas hak milik saya. Tetapi itu penafsiran yang menyederhanakan. Ada pekerjaan yang sudah saya batalkan karena kasus ini membuat saya kalut, sebab saya hanya diminta menunggu tanpa penjelasan langkah-langkah apa yang akan diambil oleh BRI," lanjut Marsen.

Selanjutnya, hak untuk mendapatkan jaminan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang lagi.

"Bahkan sesudah ada pemberitahuan bahwa dana sudah dikembalikan, saya masih diliputi ketakutan. Sebabnya, sewaktu-waktu hal yang sama bisa terjadi lagi pada rekening saya. Tidak ada kepastian tidak akan berulang. Ini terkait dengan kenyataan bahwa BRI tidak memberi informasi rinci dan lengkap mengenai apa yang sesungguhnya terjadi," tulisnya.

Terlepas dari kekecewaannya terhadap pihak BRI, Marsen mengatakan, dirinya merasa beruntung karena punya cukup banyak teman yang bekerja sebagai jurnalis, pengacara, dan yang cukup melek medsos, hingga membuat kasus ini jadi viral.

"Tapi saya membayangkan begitu banyak orang nasabah BRI yang akan bingung dan galau kalau mengalami kasus saya," katanya.

Maka, alih-alih berterimakasih ke pejabat BRI yang menghubunginya, Marsen justru berterimakasih kepada teman-temannya yang ikut membuat kasus tersebut viral di media sosial.

"Ini sebentuk people-power di jaman digital ini. Tapi, masak respons cepat tiap kali menunggu sesuatu menjadi viral? Ayolah, BRI..masak begitu saja," tandasnya.