Eks Menkes Siti Fadilah Bicara Soal Covid Lagi, Kali Ini Blak-blakan Sebut Omicron Didramatisasi!

Jumat, 03 Desember 2021 – 08:01 WIB

Eks Menkes Siti Fadilah Supari

Eks Menkes Siti Fadilah Supari

JAKARTA, REQnews - Eks Menteri Kesehatan (Menkes), Siti Fadilah Supari kembali angkat bicara soal Covid-19. Kali ini, dia menyinggung soal varian baru Omicron.

Menurutnya, kemunculan varian baru Omicron yang ditemukan di beberapa negara seperti Afrika Selatan dan Botswana ini telah didramatisasi.

Dalam tayangan di kanal Youtube Realita TV, Siti Fadilah pun menjelaskan bahwa tingkat bahaya varian Omicron tidak seperti yang digembar-gemborkan selama ini.

Lebih lanjut dia menjabarkan bahwa hanya ada mutasi kecil di virus sebelumnya yang akhirnya memunculkan varian Omicron.

"Omicron itu karena mutasi dari sedikit protein, tetapi strain-nya tetap yang lama," kata Siti, dikutip Jumat, 3 Desember 2021.

"Yang berubah sifatnya adalah yang ada di ujung dari protein itu," lanjutnya.

"Nah, kemudian didramatisasi gitu kayaknya, 'mati lo kalau Omicron'," ujar Siti Fadilah.

Tak sampai di situ saja, eks menkes juga mengatakan bahwa pandemi ini menyimpan banyak misteri. Dia lantas menyoroti penyebutan nama virus yang tak biasa.

"Makanya saya enggak ngerti, pandemi ini penuh dengan misteri. Nama virusnya saja tak seperti biasanya ketika kita menyebut virus, padahal ada aturannya," jelasnya.

Siti kemudian menyinggung soal tingkat penularan varian Omicron yang diklaim 500 persen lebih cepat. Diungkapkan Siti, ada hal yang penting untuk digarisbawahi sesuai dengan hukum alam sejak lama.

Yakni, apabila ada satu varian virus lebih cepat menular dari varian sebelumnya, maka tingkat keganasannya pasti akan lebih ringan.

"Sifat virus memang begitu, kalau cepat menular seperti flu keganasannya rendah, tetapi kalau semakin ganas, dia semakin sulit untuk menular," terangnya.

Pada akhirnya, Siti mengingatkan masyarakat Indonesia untuk tidak panik jika terkena virus varian Omicron.

"Makanya jangan takut kena Omicron, Insya Allah tak akan berbahaya. Menurut saya, (pemerintah) juga jangan sampai menaik-naikkan level (PPKM) karena dampaknya besar bagi ekonomi kita yang mulai berjalan baik," tandasnya.