Viral! Mahasiswi Diduga Korban Pelecehan Dosen Unsri Ngamuk di Acara Yudisium, Ternyata Gegara Ini

Sabtu, 04 Desember 2021 – 13:03 WIB

Viral, mahasiswi diduga korban pelecehan dosen Unsri ngamuk di acara yudisium (Foto: Tangkapan layar)

Viral, mahasiswi diduga korban pelecehan dosen Unsri ngamuk di acara yudisium (Foto: Tangkapan layar)

PALEMBANG, REQnews - Viral beredar video yang memperlihatkan salah satu mahasiswi yang diduga menjadi korban kasus dugaan pencabulan oleh dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) mengamuk, karena namanya diduga dicoret dari yudisium Fakultas Ekonomi.

Padahal sebelumnya dirinya sudah mendapatkan undangan untuk yudisium. . Video itu pun viral dan tersebut di media sosial Instagram, salah satunya diunggah di akun @seputarkotapalembang.

Mahasiswi itu pun mempertanyakan mengapa namanya bisa hilang dari daftar. BEM Unsri juga sempat meminta pihak kampus segera bertindak dan menjelaskan.

"Kemarin ada namanya. Sampai semalam nama dia dicoret dan mendadak dihilangkan. Kami kurang paham apa alasannya hingga pihak fakultas membatalkan hal itu," kata Presiden BEM KM Unsri Dwiky Sandy dikutip pada Sabtu 4 Desember 2021.

Usai video tersebut viral, pihak Unsri kemudian mengadakan rapat dadakan. Mahasiswi itu pun kemudian diikutsertakan pada yudisium kloter kedua, yang dilaksanakan siang harinya.

"Hasilnya bisa mengikuti yudisium di kloter kedua, yang digelar tak lama setelah salat Jumat," ujarnya.

Sementara Wakil Rektor 3 Unsri, Iwan Setia Budi, dalam jumpa pers yang digelar seusai acara yudisium membantah adanya mahasiswi yang dicoret namanya dari daftar yudisium Fakultas Ekonomi. Menurutnya, terkait yudisium tersebut tidak dikaitkan dengan kasus dugaan pelecehan seksual.

"Terkait pemberitaan itu tidak benar, jadi jangan dikait-kaitkan dengan kasus itu (dugaan pelecehan seksual). Ini adalah yudisium, persyaratan yudisium itu sudah baku jadi jika dikaitkan dengan kejadian itu tidak benar," ujarnya Jumat 3 Desember 2021.

Ia mengatakan karena kondisi masih dalam suasana pandemi, maka mahasiswi tersebut diikutkan dalam sesi kedua yudisium. "Kita harus patuh pada protokol Covid-19, dan peserta yudisium ini cukup banyak sehingga tidak mungkin (mahasiswi) itu diikutkan di sesi pertama, jadi diikutkan di sesi kedua," katanya.

Dekan Fakultas Ekonomi Unsri, Mohamad Adam mengatakan terkait mahasiswi tersebut, ada komisi etik yang saat ini menangani dugaan pelecehan seksual di Unsri. "Pelapor dan pelaku saat ini sedang diproses, sudah ada komisi etik dan berjalan sesuai aturan yang berlaku. Saat ini sedang didalami," ujarnya.