Bisa Bikin Makmur! Ini 'Harta Karun' RI yang Belum Digarap

Minggu, 05 Desember 2021 – 19:44 WIB

Presiden Joko Widodo (Foto: Istimewa)

Presiden Joko Widodo (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Indonesia menjadi salah satu negara yang beruntung karena dianugerahi tuhan sumber daya alam yang melimpah. Banyak harta karun tersembunyi berada di Indonesia. Mulai dari sektor energi, pertambangan hingga pertanian.

Kekayaan alam yang melimpah tersebut sayangnya belom sepenuhnya dapat di optimalkan.

Di sektor energi saja ada 'harta karun' bernama geothermal alias panas bumi yang belum digarap.

Menurut ada potensi 29 ribu megawatt listrik yang bisa dihasilkan dari geothermal. Sayangnya kata Jokowi, energi jenis ini cenderung belum diapa-apakan, alias pemanfaatannya minim. Sejauh ini sumber daya tersebut baru digunakan tidak sampai 10% dari total kapasitasnya.

"Keuntungan kita, kita memiliki sumber daya alam melimpah untuk ini. Ada geothermal. Ini belum diapa-apain kekuatan kita 29 ribu, baru kepakai 2 ribuan, 10% aja belum ada," ucap Jokowi dalam kata pembukanya dalam Rapimnas Kadin, dikutip dari rekaman YouTube di akun Sekretariat Presiden, Minggu 5 Desember 2021.


Tak hanya geothermal, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga melihat Indonesia juga memiliki sumber daya tenaga air yang melimpah. Dia mengatakan untuk membuat pembangkit listrik tenaga air bisa menggunakan arus dari aliran sungai.

Nah jumlah sungainya pun di Indonesia sangat banyak, bahkan hingga menyentuh 4.400 aliran sungai yang bisa dikembangkan sebagai kekuatan hydropower.

"Hydropower misalnya, kita miliki 4.400 sungai, nggak ada negara di dunia yang miliki kekayaan besar seperti kita," kata Jokowi.

Ia mencontohnya dari dua pengembangan energi air besar di Indonesia ada puluhan ribu megawatt potensi energi yang bisa didapatkan. Hal itu didapatkan dari PLTA Mamberamo dan PLTA Kayan.

"Dua sungai saja, di Mamberamo dan Kayan. Mamberamo bisa 24 ribu megawatt, Kayan kira kira 11-13 ribu megawatt," ujar Jokowi.

Presiden Joko Widodo menilai dengan sumber daya alam yang melimpah tersebut,  hal ini bisa menjadi modal untuk mempercepat transisi energi ke arah yang ramah lingkungan alias energi baru terbarukan.