Beda Nasib dengan Nirina Zubir, Tukang AC Korban Mafia Tanah: Pernah Lapor Tapi Tak Ada Kejelasan

Selasa, 07 Desember 2021 – 15:01 WIB

Kakek tukang AC jadi korban mafia tanah.

Kakek tukang AC jadi korban mafia tanah.

JAKARTA, REQnews - Setelah heboh kasus keluarga artis Nirina Zubir menjadi korban perampasan tanah beberapa waktu lalu, kasus mafia tanah kembali memakan korban. Kali ini, seorang kakek bernama Ng Je Ngay (70 tahun) yang berprofesi sebagai tukang AC mengirim surat ke Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran.

Lewat surat tersebut, si kakek meminta perlindungan hukum karena dirinya menjadi korban mafia tanah.

Pada Senin, 7 Desember 2021 di Mapolda Metro Jaya, kuasa hukum Kakek Ng Je Ngay, Aldo Joe menjelaskan bahwa kliennya sudah berulang kali mengirimkan surat ke Kapolda Metro Jaya terkait kasus mafia tanah ini.

"Kami mau kirimkan surat kembali kepada Kapolda. Surat kami sudah surat kelima ke Kapolda terkait persoalan mafia tanah yang dialami tukang AC di Jakbar," kata Aldo, dikutip Selasa, 7 Desember 2021.

Aldo lantas mengungkap kasus ini bermula dari kliennya yang membeli tanah dan rumah pada tahun 1990. Selang beberapa tahun kemudian, kliennya tersebut malah dilaporkan dengan tuduhan penyerobotan lahan.

"Klien saya beli tanah dan rumah itu tahun 1990, tapi tahun 2017 kemarin klien kami malah diadukan penyerobotan lahan," terang Aldo.

Padahal, kata Aldo, kliennya tersebut tidak pernah menjual aset miliknya pada siapapun. Namun secara mengejutkan, aset rumah miliknya berpindah tangan menjadi nama orang lain.

Akibatnya, kakek tersebut mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

"Harga rumahnya itu diperkirakan senilai Rp 2-3 miliar karena NJOP-nya saja Rp 1,9 miliar," kata Aldo.

Lebih lanjut Aldo mengatakan, pihaknya sudah pernah melaporkan kasus ini ke polisi dengan tudingan perampasan tanah. Satu pelaku berinisial AG disebutnya sudah ditetakan sebagai tersangka, namun tidak ada tindak lanjut lagi dari polisi terkait kasus ini.

"Di sini 2021 tepatnya 5 Oktober pelaku ditetapkan tersangka. Tapi sampai detik ini belum ada kinerja lebih lanjut atau pengambilan sikap oleh Polres Metro Jakbar terhadap pelaku," tandasnya.

Melalui surat yang dikirimkan kepada Kapolda Metro Jaya, korban berharap AG bisa segera ditahan dalam kasus mafia tanah ini. Korban juga berharap kasus ini segera mendapat perhatian dan ditindaklanjuti.