IFBC Banner

Ternyata Rachel Vennya Bayar Rp 40 Juta ke Sosok Ini Supaya Lolos dari Karantina di Wisma Atlet

Sabtu, 11 Desember 2021 – 07:01 WIB

Rachel Vennya

Rachel Vennya

JAKARTA, REQnews - Satu persatu fakta terkait kasus kaburnya Rachel Vennya dari karantina akhirnya terkuak di pengadilan.

Di hadapan hakim Rachel mengaku dirinya membayar Rp 40 juta supaya lolos dari karantina di Wisman Atlet. Rachel mengatakan, dirinya meminta bantuan seseorang bernama Ovelina agar tidak menjalani karantina di Wisma Atlet.

Hal itu disampaikan Rachel ketika menjadi saksi mahkota kasus karantina di Pengadilan Negeri Tangerang, Jumat 10 Desember 2021. Rachel awalnya ditanya hakim terkait siapa yang membantunya dalam proses kabur saat akan menjalani karantina di Wisma Atlet.

"Kan saudara menginginkan ketika sampai di Indonesia tidak menjalani karantina dan saudara minta bantuan Ovelina kan, melalui Intan tadi kan? Iya tidak?" tanya haki, dikutip Sabtu, 11 Desember 2021.

"Iya," jawab Rachel.

Hakim kemudian bertanya siapa saja yang membantu Rachel supaya tak menjalani karantina. Rachel mengaku dirinya hanya meminta bantuan kepada Ovelina.

"Kemudian kan saudara pada saat itu memang ada yang membantu saudara untuk tidak menjalani karantina? Tahu tidak waktu itu siapa?" cecar hakim.

"Saya cuma tahu lewat Ovelina saja," kata Rachel.

"Nanti ada yang bantu begitu?" tanya hakim.

"Iya," jawab Rachel lagi.

"Nanti sampai di Wisma Atlet kamu ikutin saja nanti orang akan membawa kamu ke Wisma Atlet, begitu," tanya hakim lagi.

"Iya," ujar Rachel.

Hakim lantas bertanya berapa nominal yang dibayarkan Rachel kepada Ovelina untuk prosedur lolos dari karantina. Rachel lalu mengaku membayar Rp 40 juta kepada Ovelina. Namun, uang itu kini sudah dikembalikan.

"Waktu itu saudara membayar berapa?" tanya hakim.

"Rp 40 juta," ungkap Rachel.

"Uangnya sudah dikembalikan sekarang?" tanya hakim lagi.

"Sudah dikembalikan," kata Rachel.

"Semuanya?" tanya hakim.

"Iya," jawab Rachel.

"Waktu itu diserahkan ke (kepada siapa)?" tanya hakim lagi.

"Ke Ovelina," ujar Rachel.

Dalam kasus ini, Rachel Vennya, Salim Nauderer, dan Maulida Khairunnisa divonis empat bulan penjara dengan masa percobaan selama delapan bulan. Mereka dinyatakan bersalah melanggar protokol kesehatan (prokes).