Mengenal Operasi Trikora, Misi Pembebasan Irian Barat dari Cengkraman Belanda

Minggu, 19 Desember 2021 – 18:04 WIB

Demonstrasi pembebasan Irian Barat dari cengkraman Belanda (Foto: Istimewa)

Demonstrasi pembebasan Irian Barat dari cengkraman Belanda (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Setiap tanggal 19 Desember diperingati sebagai Hari Operasi Trikora. Itu dilatarbelakangi oleh keinginan Indonesia untuk membebaskan Irian Barat dari cengkraman Belanda.

Operasi Trikora (Tri Komando Rakyat) adalah konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Irian Barat (Papua).

Dikutip dari buku Explore Sejarah Indonesia Jilid 3, Abdurakhman dan Arif Pradono (2019: 132) trikora diambil setelah upaya menyelesaikan masalah Irian Barat melalui jalur diplomasi mengalami kegagalan.

Pemerintah Indonesia kemudian menempuh jalur konfrontasi militer untuk merebut Irian barat. Pemerintah Indonesia kemudian melakukan perjanjian senjata dan peralatan perang dengan Uni Soviet. Pembelian tersebut meliputi kapal selam, pesawat pembom, dan kapal penjelajah.

Pada tanggal 19 Desember 1961, Soekarno (Presiden Indonesia) mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Soekarno juga membentuk Komando Mandala, yang mengangkat Mayor Jenderal Soeharto sebagai panglima.

Tugas komando ini adalah untuk merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Irian Barat dengan Indonesia.

Langkah pertama pelaksanaan trikora adalah membentuk suatu komando operasi yang diberi nama komando Mandala Pembebasan Irian Barat. Mayor Jendral Soeharto diangkat sebagai Panglima Komando Mandala.

Tugas kesatuan ini adalah untuk merencanakan, mempersiapkan, dan menggelar operasi militer untuk menggabungkan Irian Barat dengan Indonesia.

Setelah perjuangan panjang dan ada campur tangan Amerika Serikat akhirnya Indonesia dan Belanda kembali bertemu untuk menempuh jalur diplomasi dalam menyelesaikan masalah ini. Akhirnya dicapai sebuah kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjuan New York.

Akhirnya tanggal 31 Desember 1962, bendera Belanda resmi diturunkan dan digantikan dengan bendera Merah Putih sebagai tanda dimulainya kekuasaan de jure Indonesia atas tanah Papua di bawah pengawasan PBB.

Isi Trikora adalah sebagai berikut:

1. Menggagalkan Pembentukan Negara Boneka Papua Buatan Belanda
2. Mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Tanah Irian Barat, Tanah Air Indonesia
3. Melakukan Persiapan untuk Mobilisasi Umum untuk Mempertahankan Kemerdekaan dan Kesatuan Tanah Air Bangsa