IFBC Banner

Sungguh Keji! Begini Fakta Dua Sejoli Korban Kecelakaan di Nagreg yang Dibuang ke Sungai

Jumat, 24 Desember 2021 – 19:20 WIB

Kecelakaan dua sejoli di Nagreg, Jawa Barat (Foto: Tangkapan layar)

Kecelakaan dua sejoli di Nagreg, Jawa Barat (Foto: Tangkapan layar)

JAWA BARAT, REQnews - Misteri kecelakaan dua sejoli di Nagreg, perbatasan antara Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung, Rabu 8 Desember 2021 mulai terkuak.

Peristiwa tersebut bermula saat Salsabila dijemput oleh pacarnya bernama Handi Saputra di rumahnya pada Rabu siang dan pergi menggunakan sepeda motor. Lalu, sekitar 10 menit kemudian pada pukul 15.49 WIB, keluarga mendengar bila keduanya mengalami kecelakaan di depan POM Ciaro.

"Awal mulanya saudara saya dijemput pacarnya dari rumah, ada sekitar 5 sampai 10 menit ke depan terjadi kecelakaan. Jadi mau nyebrang ke jalan dari arah Bandung ke arah Limbangan datang mobil Panther dan terjadi kecelakaan di depan POM Ciaro," kata Deden, saudara korban.

Kedua sejoli Salsabila (14) dan Handi Saputra (17) asal Garut itu pun kemudian dikabarkan hilang. "Saya sempat ke sana ke TKP ternyata si korban sudah dibawa ke mobil dan dari keterangan warga mau dibawa ke rumah sakit terdekat," kata dia.

Untuk memastikan keadaan keponakannya yang telah dibawa ke rumah sakit oleh pelaku penabrakan, Deden dan keluarga langsung mendatangi Puskesmas 24 Jam Limbangan dan Rumah Sakit serta Klinik. "Kita udah cari di tiga kabupaten, tapi ga ada di semua rumah sakit, puskesmas, dan klinik," ujarnya.

Namun, jasadnya justru ditemukan di aliran Sungai Serayu di Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah, pada 11 Desember 2021. Lokasi tabrakan dan lokasi penemuan jasad berjarak lebih 200 km. Keduanya ditemukan terpisah, Salsabila ditemukan di Sungai yang ada di Cilacap dan Handi ditemukan di Sungai yang ada di Banyumas.

Seusai keduanya jadi korban kecelakaan tabrakan, pelaku membawa Handi dan Salsabila. Warga mengira keduanya akan dibawa ke rumah sakit. Ternyata belakangan diketahui, korban yang sudah tak berdaya itu dibawa kabur dan dibuang ke Sungai Serayu di Jawa Tengah di dua tempat terpisah.

Warga yang menemukan kedua sejoli korban tabrak lari itu tidak menemukan satupun identitas dan kemudian menguburkannya. Setelah polisi mencocokan data temuan keduanya dengan keterangan keluarga, mereka adalah Handi dan Salsabila.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol dr Summy Hastry mengungkap fakta baru terkait kasus kematian keduanya. Hastry mengatakan, Salsabila dipastikan meninggal sesaat setelah kecelakaan terjadi di Nagreg. Sebab, ditemukan luka parah di bagian kepala akibat benturan keras.

"Dari luka-luka yang kita periksa (jenazah) wanita waktu ditemukan sudah dalam kondisi meninggal di tempat kejadian atau di TKP. Karena luka-lukanya ada di kepala bagian belakang sampai depan itu parah dan dicek patah tulang tengkorak bawah. Sehingga. saya yakin mati di tempat waktu kejadian (tabrakan)," ujar dr Hastry kepada wartawan di Semarang, Kamis 23 Desember 2021.

Sementara, Handi Harisaputra diduga dibuang dalam kondisi hidup. Sebab, menurutnya saat dilakukan autopsi, pihaknya menemukan saluran napas Handi dipenuhi pasir. "Kalau yang pria waktu kita periksa dengan lengkap luar dan dalam kita temukan tanda-tanda pasir atau air sungai di saluran napas sampai paru-paru. Jadi itu membuktikan waktu dia dibuang, dia masih keadaan hidup atau mungkin karena memang tidak sadar waktu itu," kata dia.

Namun, Hastry enggan berspekulasi terkait lokasi pembuangan mayat korban. Menurutnya, itu memang kewenangan penyidik dari Polda Jabar. "Kalau perempuan memang mati di Jabar dan dibuang dalam keadaan meninggal. Yang laki-laki dibawa dalam keadaan hidup dan dibuang dalam keadaan hidup. Tapi di air di sungai dari aliran mana pun saya nggak tahu asalnya, pertama dibuang itu masih diselidiki oleh (Polda) Jabar dan Jateng," ujarnya.

Selanjutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh, pelaku tabrak lari sudah diketahui. Kabar yang berembus, salah satu pelaku diduga merupakan seorang oknum perwira TNI AD yang bertugas di Komando Resor Militer 133/Nani Wartabone (Korem 133/NWB) Gorontalo.

 

Saat ini, Polda Jawa Barat pun telah melimpahkan kasus pembunuhan tersebut ke Pomdam III Siliwangi. Karena diduga pelaku penabrakan merupakan anggota TNI, sehingga Satreskrim Polda Jabar menyerahkan perkara tersebut ke penyidik Pomdam.

Penyidik Polresta Bandung pun melimpahkan kasus pembunuhan ini ke penyidik Pomdam III Siliwangi, Jumat 24 Desember 2021, pukul 09.00 WIB. Pelimpahan kasus diawali dengan paparan gelar perkara dari Kasat Reskrim Polresta Bandung.

Danpomdam XIII/Merdeka Kolonel Cpm R Tri Cahyo menyebut sedang melakukan pendalaman kasus tersebut. "Sedang didalami," kata Tri Cahyo kepada wartawan, Jumat 24 Desember 2021.

Kemudian, terkait dengan benar tidaknya pelaku yang diduga merupakan oknum perwira di Korem 133/NWB masih dalam penyelidikan. “Sedang diselidiki,” ujarnya.