IFBC Banner

Kronologi Penemuan Bocah 9 Tahun yang Sudah 17 Bulan Hilang, Terbaring Lemas di Sirkuit Mandalika

Minggu, 09 Januari 2022 – 07:31 WIB

Bocah 9 tahun yang sudah 17 bulan hilang akhirnya ditemukan. (Foto: Dok. Humas Polres Lombok Tengah)

Bocah 9 tahun yang sudah 17 bulan hilang akhirnya ditemukan. (Foto: Dok. Humas Polres Lombok Tengah)

LOMBOK, REQnews - Bocah bernama Moh Faris Alga (9 tahun) warga Desa Kidang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sudah hilang selama 17 bulan akhirnya ditemukan di area Sirkuit Mandalika.

"Faris Alga ditemukan oleh Anggota Brimob Lombok Tengah Brigadir Safi'i Apriadi yang sedang melaksanakan PAM di lokasi Sirkuit Mandalika," kata Komandan Kompi Brimob Lombok Tengah AKP Sandro Dwi Rahadian, dikutip Minggu. 9 Januari 2022.

Kronologi penemua Faris Alga bermula saat malam sekitar pukul 19.00 WITA, Brigadir Safi'i Apriadi sedang melaksanakan tugas PAM di area Sirkuit Mandalika bersama rekan kerjanya.

Mereka lantas terkejut karena tiba-tiba melihat seorang anak dan pria terbaring lemas di pinggir sirkuit. Brigadir Safi'i lantas menghampiri keduanya.

Setelah dilihat dari dekat, ternyata Brigadir Safi'i mengenali sosok pria tersebut, yang tak lain adalah tetangga satu desanya bernama Narep.

"Brigadir Safi'i langsung merangkulnya, bersama anak tersebut dibawa ke pos penjagaan dan memberikan makan terhadap keduanya," terang AKP Sandro.

Saat melihat bocah tersebut sedang makan, lanjut Sandro, Safi'i teringat jika di desanya telah hilang seorang anak sekitar 1,5 tahun lalu yang wajahnya mirip dengan bocah di depannya.

Dia kemudian mencari kontak tetangga Faris untuk dihubungi dan memastikan apa betul dia adalah bocah yang hilang sekitar 1,5 tahun lalu.

"Setelah dirasa semuanya cukup, Brigadir Safi'i mengantarkan bocah tersebut kepada pihak keluarga," katanya.

Sesampainya di rumah Faris, keluarga pun menyambut kedatangan bocah 9 tahun itu dengan isak tangis penuh haru.

"Bocah yang ditemukan tersebut benar adalah Moh Faris Alga yang hilang 17 bulan lalu," lanjut Sandro.

Kepada keluarganya Faris menceritakan kisahnya selama hilang 17 bulan. Dia mengaku dibawa oleh Narep ke Jawa Tengah, dengan berjalan kaki, terkadang naik truk, sementara untuk makan ia terkadang menjual petai dan membersihkan taman dan diberi makan oleh pemilik taman, untuk tidur ia bersama Narep tidur di sebuah rumah kosong.

Sebagai informasi, Narep ternyata adalah tetangga Moh Faris Alga. Narep bisa dikatakan kurang normal dan suka menjadikan anak kecil sebagai teman bermain.