Geger Warung Bakso Pakai Penglaris Ludah Pocong di Bandung, Ngeri! Rutin Jalani Ritual Ini Tiap Pagi

Rabu, 12 Januari 2022 – 15:31 WIB

Ilustrasi warung bakso pakai pesugihan ludah pocong

Ilustrasi warung bakso pakai pesugihan ludah pocong

BANDUNG, REQnews - Jagat maya tengah digegerkan dengan beredarnya pengakuan seorang pemilik warung bakso di Bandung yang menggunakan pesugihan.

Sebut saja namanya Ibu Mawar. Mawar mengaku menggunakan pesugihan dan penglaris ludah pocong demi membuat jualannya terasa lezat di lidah pembeli dan laris manis.

Selama melakukan praktik pesugihan tersebut, Mawar pun mengaku sudah merasakan hasilnya. Pendapatannya bertambah drastis dalam waktu singkat.

Kini, dia pun sudah berhasil memiliki rumah hingga kendaraan pribadi dari hasil usahanya yang menggunakan pesugihan.

"Sekarang saya punya rumah baru, mobil baru juga beli dari hasil itu," kata Mawar, dikutip Rabu, 12 Januari 2022.

Melihat hasil yang dinikmatinya kini, Mawar pun berniat mewariskan praktik pesugihan ini kepada anak cucunya kelak.

Mawar juga mengatakan, tak ingin berhenti melakukan praktik pesugihan ini karena takut usahanya akan langsung jatuh jika kehilangan kekuatan gaib.

Lebih lanjut, Mawar juga merasa pesugihan dan penglaris ludah pocong yang dia jalani saat ini adalah hal yang wajar.

"Ya wajar sih kalau menurut saya, banyak kok orang-orang juga yang pakai," ujarnya.

Selama menjalani praktik pesugian dan penglaris ludah pocong, Mawar harus melakukan sebuah ritual setiap pagi hari sebelum warung bakso miliknya buka.

Mawar harus selalu menyediakan masakan setengah jadi untuk dijilat oleh si pocong yang menjadi jin penglaris.

"Setiap pagi saya selalu tuh nyediain masakan setengah jadi, biar dijilatin sama si omen (sebutan untuk jin penglaris)," kata Mawar.

Percaya tak percaya, ritual yang dijalani itu pun membuahkan hasil. Setiap hari warung bakso Mawar ramai pembeli.

"Udah dapet langganan juga sekarang, tapi kebanyakan orang jauh," lanjutnya.

Sementara, kata dia, warga di sekitar warung bakso justru tak banyak yang datang membeli.

"Mungkin udah pada tahu (pesugihan dan penglarisnya), jadi males ke sini," tandasnya.