Geger Jasad Guru Ngaji Masih Utuh dan Harum Usai 17 Tahun Dikubur, Pernah Lakukan Ini Semasa Hidup

Senin, 17 Januari 2022 – 07:31 WIB

Jasad guru ngaji masih utuh dan harum setelah 17 tahun di dalam kubur.

Jasad guru ngaji masih utuh dan harum setelah 17 tahun di dalam kubur.

JAKARTA, REQnews - Jagat maya digemparkan dengan beredarnya kisah guru ngaji bernama Ustaz Muhya bin Rudia. Jasad Ustaz Muhya didapati masih utuh dan mengeluarkan bau harum meski sudah 17 tahun di dalam kubur.

Salah satu murid Ustaz Muhya, Ujang Ading bercerita tentang sosok gurunya itu semasa hidup. Menurut Ujang, Ustaz Muhya dikenal masyarakat berkepribadian sangat baik.

Semasa hidup dia menghabiskan sebagian besar waktu di masjid dan mengajar mengaji masyarakat di Kampung Cikadu, Desa Tanjungsiang, Subang, Jawa Barat. Almarhum sangat dihargai masyarakat setempat.

"Kesehariannya almarhum dikenal masyarakat cukup baik, semasa hidupnya menghabiskan waktunya di masjid dan mengajar mengaji juga di sini dari generasi orang tua saya sampai saya sempat menjadi muridnya," kata Ujang, dikutip Senin, 17 Januari 2022.

Almarhum Ustaz Muhya bin Rudia meninggal usai melaksanakan salat Ashar pada tahun 2004 silam.

"Waktu meninggalnya sehabis salat Ashar, almarhum keluar dari masjid, selepas itu langsung duduk. Katanya darah tinggi, dan sempat pingsan di masjid dan waktu dibawa ke rumah langsung meninggal," katanya.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun juga, Ustaz Muhya sempat menolak manjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia lebih memilih menjadi guru ngaji dengan alasan tidak ingin mengejar duniawi.

Sementara itu penggali kubur, Ace Kosasih menceritakan, dirinya melihat langsung jasad Ustaz Muhya masih utuh saat akan dipindahkan ke makam baru.

"Waktu proses pengangkatan jasad dari Muhya bin Rudia saya melihat langsung, itu kondisinya benar-benar masih utuh," ujar Ace.

Bahkan, kata ia, kondisi jasad guru ngaji tersebut tulang beserta kulitnya masih menyatu dan sama sekali tidak menimbulkan bau tak sedap. Hanya saja jasad Ustaz Muhya memang sudah terlihat kering seperti jasad yang diawetkan.

"Biasanya kalo jasad yang sudah dikuburkan paling lama 5 bulan sudah membusuk, tapi kalo ini engga yang ada harum terus keliatannya kayak yang diawetkan karena mengering," katanya.

Pemindahan makam sang guru ngaji merupakan inisiatif warga bersama keluarga, sebab katanya lokasi makam tersebut dinilai tidak layak lantaran berdekatan dengan kandang ternak domba.

Saat ini jasad Muhya bin Rudia dipindahkan ke tempat pemakaman di Kampung Cikadu tidak jauh dari lokasi awalnya dikuburkan.

Kejadian tersebut mendadak viral di media sosial setelah salah seorang mantan muridnya merekam proses pemindahan jasad guru ngaji itu.