Geger Pengakuan Wanita Pemilik 2 Vagina: 1 Khusus untuk Pacar, 1 untuk Bisnis Seks

Kamis, 20 Januari 2022 – 01:01 WIB

Evelyn Miller, wanita pemilik 2 vagina dan 2 rahim

Evelyn Miller, wanita pemilik 2 vagina dan 2 rahim

JAKARTA, REQnews - Sosok wanita cantik asal Queensland, Australia bernama Evelyn Miller menjadi sorotan lantaran pengakuan mengejutkan yang dibuatnya. Wanita berusia 31 tahun itu mengaku dirinya terlahir dengan dua vagina dan dua rahim.

Kelainan fisik tersebut baru disadarinya ketika dia berusia 20 tahun. Meski dianggap aneh, Evelyn justru merasa perbedaan fisik yang dimilikinya sebagai suatu kelebihan.

Dia bahkan punya cara tersendiri untuk memanfaatkannya, di mana satu vagina khusus untuk pacar. Sementara satunya lagi umum untuk bisnis seks.

Evelyn Miller sehari-hari bekerja di industri seks. Bintang OnlyFans itu pun mengaku menggunakan satu vaginanya secara profesional (untuk bisnis seks) di pekerjaannya dan satu lagi vaginanya untuk hubungan seks pribadi dengan kekasih.

Diungkapkan Evelyn, ia mulai bekerja di industri seks setelah hubungan dengan pasangannya kandas. "Saya dapat menggunakan satu vagina untuk bekerja dan satu vagina untuk kehidupan pribadi saya, yang membuat pekerjaan jauh lebih mudah secara emosional dan fisik bagi saya," katanya, dikutip Rabu, 19 Januari 2022.

Saat ini, ia diketahui aktif di OnlyFans dengan membuat konten dewasa yang menghasilkan 75.000 dolar AS per bulan. Evelyn menempatkan kesuksesannya pada kelebihan organ pribadinya yang ganda, tetapi ternyata ada beberapa masalah yang harus ia pikirkan karena memiliki 2 vagina dan 2 rahim.

Misalnya harus memasukkan dua tampon ketika ia sedang menstruasi, memeriksa kedua vagina untuk PMS saat mengunjungi dokter kandungan, bahkan di mana pasangannya bisa ejakulasi saat mereka berhubungan seks.

"Secara teoritis, saya bisa membawa dua bayi sekaligus jika saya mau, tetapi itu akan sulit bagi tubuh saya. Jadi, kami harus berhati-hati dalam hal itu,” ujarnya.

"Seks di setiap vagina terasa sangat-sangat berbeda. Saya lebih suka satu sisi, tetapi itu tergantung pada posisi dan bentuk pria itu, saya memilih untuk berhubungan seks di mana," katanya lagi.

"Memiliki dua vagina telah membuat kehidupan seks saya sangat menyenangkan. Kita bisa berhubungan seks di satu sisi dan menggunakan mainan di sisi lain dan ada berbagai macam posisi dan hal yang bisa saya coba," ungkap Evelyn.

"Mereka (vaginanya) merasa sangat berbeda bagi saya. Jadi, saya telah mencari tahu apa yang saya suka dan tidak suka di setiap sisi," katanya blak-blakan.

"Saya tidak berharap bahwa saya hanya memiliki satu vagina. Memiliki dua telah membuat kehidupan seks saya lebih menyenangkan dan saya pikir penting untuk merangkul semua tubuh. Kita semua bisa sangat berbeda," tandasnya.

Evelyn Miller menjelaskan bagaimana setelah mengunjungi dokter untuk aborsi pada usia 20 tahun, ia terkejut mengetahui tentang dua organ pribadinya. Terbelahnya sistem reproduksinya berarti membawa kehamilan beberapa bulan akan berisiko karena masing-masing rahimnya berukuran setengah dari rata-rata wanita dan ada risiko ruang terlalu kecil bagi bayi untuk tumbuh.

Ia pun memutuskan pada tahap itu untuk melanjutkan aborsi, meskipun petugas medis mencoba membujuknya untuk menjaga bayinya. Lebih lanjut, bekerja di industri seks, Evelyn berkonsentrasi pada manfaat dari dua organ intimnya, peningkatan minat dan pendapatan, sampai ia dan tunangannya, Tom (32 tahun), menemukan bahwa ia sekali lagi hamil.

"Saya selalu tahu ada sesuatu yang 'salah' dengan saya. Saya tidak bisa membuat tampon bekerja, saya akan menggunakan tampon dan saya masih berdarah," kata Evelyn.

"Ketika saya berusia 14 tahun dan mendapat menstruasi, tidak ada akses ke internet seperti yang ada sekarang dan saya tinggal di sebuah peternakan hanya dengan ayah saya pada saat itu," sambungnya.

"Kemudian saya mengalami penghentian kehamilan ketika saya berusia 20 tahun dan di rumah sakit setelah prosedur saya diberitahu bahwa mereka 'tidak dapat menemukan embrio'," jelasnya.

"Setelah pemeriksaan internal, mereka menyadari bahwa itu ada di rahim saya yang lain, yang saya tidak tahu bahwa saya memilikinya," tutup Evelyn.