Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Uang Rp 15,2 Miliar Bikin Ety binti Toyyib Terbebas dari Hukuman Mati

Jumat, 12 Juli 2019 – 12:00 WIB

Ilustrasi hukuman mati (Foto: Istimewa)

Ilustrasi hukuman mati (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Ety binti Toyyib Anwar akhirnya bisa bernafas lega lantaran bakal terbebas dari hukuman mati di Arab Saudi. Hal itu dipastikan usai penggalangan dana diyat berhasil terkumpul sejumlah SR 4 juta atau Rp 15,2 miliar.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan uang yang terkumpul sesuai jumlah yang diminta ahli waris penuntut. "Hasil penggalangan dana tersebut telah dikirimkan pada tanggal 2 Juli 2019 ke rekening yang dibuat khusus oleh Pemerintah Provinsi Mekkah untuk kepentingan sumbangan diyat kasus Ety binti Toyyib Anwar," kata Agus di Jakarta, Jumat 12 Juli 2019.

Sebagai informasi, Ety adalah WNI yang bekerja di Kota Taif, Arab Saudi. Perempuan asal Majalengka ini dituduh menjadi penyebab majikannya, Faisal al-Ghamdi sakit dan meninggal. Keluarga Faisal awalnya menuntut hukuman mati qisas.

Setelah negosiasi panjang dan alot, kata Agus Maftuh, mereka akhirnya memaafkan dengan meminta diyat 4 juta riyal. Agus menyebut dana Rp 15,2 miliar itu berasal dari sumbangan pelbagai pihak di Indonesia.

Dia menuturkan, penggalangan dana bermula dari pertemuan dengan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Dewan Perwakilan Rakyat pada Oktober 2018. Pertemuan itu menyepakati penggalangan dana yang ketika itu terkumpul Rp 5 miliar. Uang itu ditampung di Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadawah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

Selama tujuh bulan, LAZISNU melakukan penggalangan dana dari para santri, pengusaha, birokrat, politikus, akademisi, dan komunitas filantropi. Agus berterima kasih kepada LAZISNU yang menurutnya menyumbang Rp 12,5 miliar, atau 80 persen dari total uang diyat yang diperlukan.

Batas pembayaran diyat sedianya pada akhir April lalu. Karena uang belum cukup, Agus mendekati pihak ahli waris, yakni Khalid al-Ghamdi untuk meminta penambahan waktu. Tenggat pembayaran pun dilonggarkan hingga akhir Ramadan, lalu diperpanjang lagi sampai awal Juli sebelum akhirnya terkumpul dan dikirimkan ke ahli waris.

"Dengan telah lengkapnya jumlah yang diminta oleh ahli waris, maka KBRI Riyadh sudah mengirimkan nota diplomatik kepada Kerajaan Arab Saudi dan meminta Ety binti Toyyib Anwar bisa segera dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia," kata Agus.

Sebagai informasi, dalam tiga tahun terakhir, KBRI Riyadh berhasil membebaskan delapan WNI dari hukuman mati tanpa tebusan diyat. (KIY)