IFBC Banner

Bikin Istighfar! Pengakuan Suami Viral yang Jual Istri Lewat MiChat, Anak Kembarnya Juga Diajak

Rabu, 30 Maret 2022 – 03:01 WIB

Suami jual istri di Serang, Banten.

Suami jual istri di Serang, Banten.

SERANG, REQnews - Aksi bejat suami di Serang, Banten ini menyita perhatian dan membuat publik geram. Pria berinisial AR (29 tahun) itu tega menjual istrinya EE kepada pria hidung belang.

AR mengaku alasannya menjual sang istri lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Penghasilannya sebagai driver ojek online (ojol) dirasa tak mampu memenuhi kebutuhan hidup ia dan keluarganya. Terutama kebutuhan kedua anak kembarnya yang masih berusia 6 tahun.

Alhasil, AR yang merupakan warga asli Kalideres, Jakarta Barat itu nekat menjual istrinya secara online melalui aplikasi MiChat dan WhatsApp. EE dijual dengan harga mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu untuk sekali main dengan durasi 30 menit.

Yang mengejutkan, AR turut membawa kedua anak kembarnya ke lokasi dimana sang istri melayani tamu. AR bersama kedua anaknya berada di kamar lain, di saat istrinya melayani pria hidung belang.

"Saya beda kamar, lagi sembunyi sama anak," aku AR kepada polisi, dikutip Selasa, 29 Maret 2022.

AR akhirnya diciduk saat istrinya melakukan transaksi dengan pria hidung belang di Kosan Wisma Pala, Jalan Pala Komplek Pasir Indah, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang, Kota Serang pada Sabtu malam, 26 Maret 2022.

Diungkapkan AR, uang yang didapat dari hasil menjual istri ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama kebutuhan anak kembarnya.

AR juga mengatakan bahwa istrinya setuju bekerja sebagai PSK online. Pekerjaan itu sudah dilakoni EE sejak 6 bulan lalu. Ia selalu melakukan transaksi di Wisma Pala, Jalan Pala Komplek Pasir Indah, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang.

"Melakukan seperti ini atas kemauan dia (istri) sendiri. Saya selama melakukan kerjaan ini, melakukannya di sini," ungkap AR.

Sementara itu, di hadapan polisi EE mengaku terpaksa menjadi PSK online karena penghasilan suaminya sebagai driver ojol tidak mampu memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

"Karena kebutuhan ekonomi. Saya udah kepaksa untuk biaya kebutuhan. Anak dua, kembar, usia enam tahun," tandasnya.