IFBC Banner

Apa Salahnya Makan Gorengan saat Buka Puasa? Kenapa Disebut Tak Sehat?

Jumat, 15 April 2022 – 03:00 WIB

Gorengan (Ilustrasi)

Gorengan (Ilustrasi)

JAKARTA, REQnews - Berbuka puasa maupun sahur dengan menu gorengan dianggap kurang tepat, karena tidak sehat dan bisa menimbulkan penyakit serta gangguan pada tubuh. Benarkah demikian?

Di Indonesia, gorengan sudah dianggap sebagai menu wajib saat berbuka puasa. Menu yang satu ini selain murah, mudah buatnya, juga nikmat rasanya.

Mengutip Hello Sehat, makan gorengan boleh saja, namun porsinya haruslah diperhatikan. Hal ini berkaitan dengan bahaya makanan berminyak bagi tubuh saat berbuka puasa.

Makan gorengan dengan porsi banyak saat berbuka akan memaksa lambung bekerja ekstra keras. Padahal, organ dalam tubuh tersebut haruslah diisi secara bertahap, istilahnya agar tidak kaget mencerna makanan yang mengandung banyak minyak.

Selain itu, tubuh yang kekurangan cairan sepanjang hari selama berpuasa, sebaiknya diisi dengan makanan sehat berserat dan menghidrasi, bukan yang mengandung minyak, yang berpotensi membuat tenggorokan menjadi radang.

Kemudian, ada beberapa dampak buruk lainnya dari mengonsumsi gorengan untuk berbuka puasa. Berikut penjelasannya.

1. Obesitas

Makanan yang mengandung banyak minyak atau lemak akan cepat menambah berat badan, yang ujungnya berakhir dengan obesitas.

Beberapa studi observasional juga menyebut asupan makanan berlemak dan cepat saji dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas, yang memicu berbagai penyakit, seperti jantung, diabetes, stroke, dan kanker.

2. Iritasi Usus

International Journal of Molecular Medicine menyebut makanan berlemak tinggi atau bahaya makanan berminyak dapat memicu sakit perut, kram, dan diare.

Lemak adalah zat gizi yang paling lambat dicerna dibandingkan karbohidrat, protein, vitamin, dan sebagainya.

Kondisi ini dapat terjadi khususnya bagi orang dengan gangguan sistem pencernaan seperti sindrom iritasi usus dan pankreatitis (radang pankreas) akut.