IFBC Banner

Benarkah Prajurit Kopassus Dibekali Tenaga Dalam? Atau Hanya Cerita yang Dilebih-lebihkan?

Sabtu, 16 April 2022 – 16:00 WIB

Komando Pasukan Khusus (foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Komando Pasukan Khusus (foto: Antara/Sigid Kurniawan)

JAKARTA, REQnews - Masih ingat keberhasilan Praka Pujiono, prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD yang menggunakan tenaga dalam untuk mencari korban longsor di Bogor, pada Februari 2018 lalu?

Aksi unjuk kesaktian itu berbuah hasil. Ketika Tim SAR sudah nyaris menyerah, Praka Pujiono tampil sebagai pahlawan, dengan tenaga dalam mistisnya menemukan titik-titik tempat mayat tertimbun longsor.

Keberhasilan sang prajurit baret merah ini menuai decak kagum. Namun, menimbulkan tanya besar, benarkah semua anggota Kopassus dibekali tenaga dalam sesakti Praka Pujiono? Atau hanya orang tertentu saja yang memilikinya?

Mengutip beberapa sumber, sebenarnya tak ada referensi yang menunjukkan bahwa semua prajurit Kopassus dibekali tenaga dalam. Satuan ini benar adalah komando utama tempur TNI AD, namun bukan berarti ada kewajiban di dalamnya harus menguasai ilmu mistis.

Hanya saja, Kopassus adalah prajurit pilihan, dengan skill yang melebihi pasukan biasa dan kemampuan bela diri di atas rata-rata, menjadikan satuan ini disegani di dalam negeri hingga kancah internasional.

Misteri Merpati Putih

Namun, ada sumber yang menyebut, bahwa tenaga dalam seperti yang dipamerkan oleh Praka Pujiono, merupakan teknik bela diri berunsur mistis dengan nama Merpati Putih, yang dipelajari oleh prajurit Kopassus.

Praka Pujiono menggunakan Merpati Putih dengan teknik 'getaran', yang mampu mendeteksi jasad-jasad tertimbun longsoran.

Selain itu, teknik jurus Merpati Putih ini juga dikatakan bisa melihat musuh atau objek lain dalam kegelapan, tanpa bantuan alat-alat canggih yang biasa dipakai oleh militer. Lalu, Kopassus juga bisa menembak tepat dari jarak 300 meter tanpa teropong.

Kesaktian Kanuragan

Ilmu lainnya yang banyak pihak meyakini dimiliki oleh setiap prajurit Kopassus adalah Kanuragan. Bahkan, tenaga dalam yang satu ini sempat bikin pasukan Amerika Serikat (AS) melongo menyaksikan kehebatannya.

Kanuragan membuat setiap prajurit Kopassus kebal terhadap sabetan senjata tajam. Aksi ini mirip dengan debus yang banyak dipraktikkan masyarakat.

Kopassus juga sering mempraktikkan aksi makan beling, yang tentunya tak semua orang bisa melakukannya, kecuali memiliki ilmu kebatinan khusus.

Apapun ilmu yang dikuasai oleh Kopassus, baik teknik militer maupun tenaga dalam, rakyat tetap membutuhkan abdinya para prajurit sebagai penjaga NKRI.

Dirgahayu Komando Pasukan Khusus (Kopassus) 16 April 1952 - 16 April 2022.