IFBC Banner

Disorot Usai Jadi Pengacara Guru Ngaji Cabul, Barbie Kumalasari: Advokat Bela Klien Salah atau Benar

Kamis, 28 April 2022 – 07:31 WIB

Barbie Kumalasari

Barbie Kumalasari

JAKARTA, REQnews - Artis sekaligus pengacara Barbie Kumalasari mendadak disorot lagi usai mencuat kabar bahwa dirinya menjadi kuasa hukum guru ngaji cabul.

Barbie menjadi pengacara dari tersangka MMS (69 tahun), seorang guru ngaji di Kota Depok yang mencabuli 10 muridnya.

Keputusan Barbie menjadi kuasa hukum MMS ini sontak menuai perhatian sekaligus cibiran dari banyak netizen. Namun merespons komentar miring netizen, Barbie menegaskan bahwa sebagai seorang advokat ia memiliki tanggung jawab untuk membela kliennya salah atau benar.

Kasus yang melibatkan MMS pun sudah digelar sidang perdananya di Pengadilan Negeri Depok pada Selasa, 26 April 2022 lalu. Dalam sidang dengan agenda pembacaaan dakwaan itu, Barbie tampak antusias menangani kasus sang klien.

"Saya merasa terpanggil untuk mendampingi karena ancamannya di atas lima tahun," kata Barbie Kumalasari, dikutip Kamis, 28 April 2022.

"Di mana Ketika seseorang diancam untuk hukuman di atas lima tahun wajib didampingi advokat," sambungnya.

Barbie kemudian menyebut jika kliennya mengidap penyakit kelainan seks hingga nekat mencabuli sepuluh muridnya sendiri.

"Apalagi ini kasus pencabulannya melibatkan anak-anak, jadi tadi saya sebagai ibu miris banget mendengarnya ada yang dua kali, empat, tujuh kali, selaput daranya juga robek," ujar Barbie Kumalasari menjelaskan.

"Kayaknya mendengarnya pengen buru-buru selesai kayaknya enggak tega banget dan ini menurut saya penyakit ya," lanjutnya.

Meski dalam kasus ini dirinya berdiri di belakang terdakwa, namun ia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya terhadap para korban dan keluarganya.

"Kalau saya begini, kita sebagai advokat kita berprofesi membela siapapun kliennya baik yang salah maupun benar," kata Barbie.

"Kami selaku kuasa hukum memohon maaf kepada keluarga dan korban pastinya," sambungnya.

"Orang tua dari korban perasaannya pasti hancur, tapi untuk korban jangan sampai putus asa, kita tetap mensupport masa depannya tetap sempurna dan normal sehingga trauma masa lalunya ini butuh waktu untuk proses menghilangkan rasa trauma," tandasnya.