IFBC Banner

Buntut Kasus Kematian Anjing Maxi, 22 Ribu Warganet Teken Petisi Minta Pet Shop di Tangsel Ditutup!

Jumat, 20 Mei 2022 – 16:31 WIB

Kasus kematian anjing Maxi menuai simpati netizen.

Kasus kematian anjing Maxi menuai simpati netizen.

JAKARTA, REQnews - Kematian anjing bulldog bernama Max setelah dititipkan di sebuah pet shop di Tangerang Selatan memicu kemarahan warganet. Melalui petisi di platform Change.org Indonesia change.org/JusticeForMaxi, dalam kurun waktu satu hari 22 ribu warganet telah meneken petisi, meminta agar Pemerintah Kota Tangerang Selatan menutup pet shop tersebut.

Maxi, anjing yang meninggal

Petisi ini dimulai oleh July Liman, pemilik Max. Ia memutuskan untuk memulai petisi untuk mencari keadilan atas apa yang menimpa anjingnya. Max terluka parah, kaki serta testisnya terjepit ketika diinapkan selama sebelas hari di pet shop.

"Setelah 11 hari berlibur, kami berniat untuk menjemput Max pulang ke rumah dengan sukacita," cerita July, dikutip dari siaran pers tertulis yang diterima Reqnews, Jumat, 20 Mei 2022.

"Namun nyatanya kami shock saat melihat kondisi Max saat itu! Kaki dan testisnya terjepit di kandang besi yang sangat kecil. Ternyata, selama 11 hari pihak pet shop tidak merawat Maxi. Di awal, mereka janji akan memindahkan Maxi, seekor bulldog, ke kandang yang lebih besar. Tapi nyatanya tidak!" sambungnya.

Sepulangnya dari pet shop tersebut, July menceritakan bahwa Max sakit hingga harus dibawa ke dokter hewan. Kondisinya sempat stabil, namun Selasa (17/5) si bulldog menghembuskan napas terakhirnya.

July akhirnya memutuskan untuk membuat petisi selepas kepergian Max. Dalam petisinya, ia menuntut Pemerinta Kota Tangerang Selatan mencabut izin pet shop, atas dugaan penganiayaan hewan. Ia juga menuntut agar pemilik pet shop dihukum atas kelalaiannya merawat Max.

"Saya sih berharap tidak ada lagi pet hotel seperti ini. Peliharaan kita adalah makhluk hidup yang layak untuk diperlakukan dengan baik. Ditambah lagi, saya sudah membayar ke pet shop ini untuk membantu menjaga, membersihkan dan memberikan makan-minum selagi kita tidak bisa. Saya sangat sedih kehilangan Maxi yang sudah seperti anggota keluarga kami."

Isu kesejahteraan satwa masih ramai diperbincangkan

Kesejahteraan satwa sedang menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas di Change.org Indonesia belakangan ini. Selain petisi menuntut keadilan untuk Max, ada juga petisi dari Raja Sultan Syah yang meminta agar influencers berhenti memelihara satwa liar, serta dari Forestry Lestari yang meminta agar hewan liar tidak lagi diperjualbelikan di platform digital.

"Dibandingkan petisi tentang satwa lainnya, petisi minta keadilan untuk Max jadi yang paling banyak dan paling cepat mendapatkan puluhan ribu tanda tangan. Cerita Max sempat viral juga di media sosial, sehingga mendorong banyak sekali orang-orang untuk meminta keadilan baginya," kata Efraim Leonard, salah seorang campaigner di Change.org Indonesia.

Sampai siaran pers ini ditulis, petisi meminta keadilan untuk Max di platform Change.org telah ditandatangani oleh lebih dari 22 ribu warganet. July merasa sangat terharu melihat banyaknya dukungan yang diberikan kepadanya untuk membela keadilan bagi Max.

"Saya sangat terharu banyak sekali yg peduli dan perhatian walaupun belum pernah bertemu Max langsung. Rakyat indonesia banyak yang punya rasa kepedulian tinggi dan hati yg baik. Terima kasih orang baik, Max sangat bersyukur punya kalian semua," tutup July.

*Untuk mengetahui jumlah terakhir penandatanganan petisi, klik tautan berikut ini: https://www.change.org/p/humastangsel-tutup-holy-petshop-karena-sudah-menyebabkan-meninggalnya-anjing-saya-maxi-justiceformaxi?utm_medium=pressrelease&utm_source=id-justiceformax&utm_campaign=id-200522