IFBC Banner

Oknum Polisi Berulah! Lepas Tembakan di Depan Wanita dan Balita, Brigadir ACA Siap Terima Nasib Ya!

Jumat, 20 Mei 2022 – 19:01 WIB

Viral aksi koboi oknum polisi lepas tembakan di depan warga.

Viral aksi koboi oknum polisi lepas tembakan di depan warga.

JAKARTA, REQnews - Publik kembali dihebohkan dengan ulah oknum polisi yang meresahkan. Sebuah video viral menunjukkan seorang oknum polisi di Tambakrejo, Waru, Sidoarjo melepaskan dua kali tembakan ke udara.

Dalam video itu, terlihat si oknum polisi melepas dua kali tembakan ke udara saat terlibat cekcok dengan beberapa orang. Oknum polisi tersebut tampak mengenakan jaket warna merah.

Diketahui, video viral itu merupakan hasil rekaman CCTV di rumah warga.

"Kan kelihatan. Kelihat cok, aku," terdengar suara seorang pria dalam video tersebut, dikutip Jumat, 20 Mei 2022.

Oknum polisi itu terlihat sedang terlibat cekcok dengan seorang pria yang mengenakan kaos hitam. Sementara sejumlah pria lainnya berusaha melerai keduanya.

Namun oknum polisi tersebut tiba-tiba mundur lalu mengeluarkan senpi miliknya dan mengacungkan ke udara. Dua kali tembakan dilepaskan oknum polisi tersebut.

Aksi koboi oknum polisi tersebut dilakukan di depan dua wanita yang salah satunya menggendong balita. Melihat oknum polisi itu melepas dua kali tembakan ke udara, pria lainnya memilih mundur. Setelah itu, si oknum polisi kembali masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan lokasi.

Terkait kejadian viral itu, Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo membenarkan bahwa pria berjaket merah dalam video tersebut merupakan seorang anggota polisi aktif.

Oknum polisi itu adalah Brigadir ACA yang berdinas di Polsek Rungkut, Surabaya.

"Oknum tersebut tergesa-gesa karena istrinya mau melahirkan dan sudah pendarahan," ungkap Hartoyo.

Saat ini Brigadir ACA sudah diamankan dan tengah menjalani proses hukum oleh Propam Polrestabes Surabaya. Hartoyo pun memastikan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada oknum polisi tersebut.

"Kami juga kenakan sanksi disiplin yang tegas untuk yang bersangkutan. Tidak ada toleransi. Perilaku yang seperti itu tidak patut untuk dilakukan," tegasnya.