IFBC Banner

Simak Fakta Penting Mengenai Kereta Api, Mulai dari Jenis, Kecelakaan Sampai Pembatalan Tiket

Rabu, 01 Juni 2022 – 23:01 WIB

Ilustrasi Kereta Api (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Kereta Api (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Kereta api adalah sarana perkeretaapian dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan sarana perkeretaapian lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di jalan rel yang terkait dengan perjalanan kereta api.

IFBC Banner


Dengan demikian, perkeretaapian diselenggarakan dengan tujuan untuk memperlancar perpindahan orang dan/atau barang secara massal dengan selamat, aman, nyaman, cepat dan lancar, tepat, tertib dan teratur, efisien, serta menunjang pemerataan, pertumbuhan, stabilitas, pendorong, dan penggerak pembangunan nasional.

Bagi kalian yang kerap menggunakan kereta api sebagai sarana untuk berpergian dari satu tempat ke tempat lainnya, wajib tahu hal-hal berikut ini mengenai lingkungan kereta api sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian:

1.      Kereta api terdapat 2 fungsi, yaitu fungsi umum dan fungsi khusus. Dimana pada fungsi umum, diperuntukkan untuk perkeretaapian perkotaan, dan perkeretaapian antarkota. Sedangkan fungsi khusus diperuntukan untuk oleh badan usaha tertentu untuk menunjang kegiatan pokok badan usaha tersebut. Untuk kereta api yang kalian gunakan guna kepentingan berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya, termasuk sebagai perkeretapaian dengan fungsi umum.

2.      Tindakan yang wajib dilaksanakan oleh pihak penyelenggara prasarana perkeretaapian dan penyelenggara sarana perkeretaapian dalam terjadi kecelakaan harus melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Mengambil tindakan untuk kelancaran dan keselamatan lalu lintas.
  • Menangani korban kecelakaan.
  • Memindahkan penumpang, bagasi, dan barang antaran ke kereta api lain atau moda transportasi lain untuk meneruskan perjalanan sampai stasiun tujuan.
  • Melaporkan kecelakaan kepada menteri terkait, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota.
  • Mengumumkan kecelakaan kepada pengguna jasa dan masyarakat.
  • Segera menormalkan kembali lalu lintas kereta api setelah dilakukan penyidikan awal oleh pihak berwenang.
  • Mengurus klaim asuransi korban kecelakaan.

3.      Lokasi yang dilarang untuk ditempati oleh penumpang pada kereta api ialah atap kereta, di lokomotif, di dalam kabin masinis, di gerbong atau di bagian kereta yang peruntukannya bukan untuk penumpang tidak, kecuali bagi awak kereta api yang sedang melaksanakan tugas dan/atau seseorang yang mendapat izin dari penyelenggara sarana perkeretaapian.

4.      Fasilitas yang berhak untuk diterima oleh penumpang dan wajib disediakan oleh penyelenggara sarana perkeretaapian ialah fasilitas khusus dan kemudahan bagi penyandang cacat, wanita hamil, anak di bawah lima tahun, orang sakit, dan orang lanjut usia. Fasilitas tersebut tidak dipungut biaya tambahan.

5.      Apabila terjadi pembatalan keberangkatan perjalanan kereta api, maka penyelenggara sarana perkeretaapian memiliki kewajiban mengganti biaya yang telah dibayar oleh orang yang telah membeli karcis. Namun, apabila orang yang telah membeli karcis membatalkan keberangkatan dan sampai dengan batas waktu keberangkatan sebagaimana dijadwalkan tidak melapor kepada penyelenggara sarana perkeretaapian, maka orang tersebut tidak mendapat penggantian biaya karcis.

 

Penulis: Hans Gilbert Ericsson