IFBC Banner

Sedih! 5 Fakta Siswi SD yang Viral Diusir Guru karena Tak Punya Seragam dan HP untuk Belajar Online

Senin, 06 Juni 2022 – 14:31 WIB

Siswi SD di Samarinda diusir guru karena tak punya seragam dan HP untuk belajar online.

Siswi SD di Samarinda diusir guru karena tak punya seragam dan HP untuk belajar online.

SAMARINDA, REQnews - Netizen jagat maya tengah dibuat terenyuh dengan viralnya kisah sedih seorang siswi SD di Samarinda, Kalimantan Timur yang diusir oleh guru lantaran tak memiliki seragam dan HP untuk belajar online.

IFBC Banner


Menurut informasi yang beredar, siswi piatu berinisial MF itu diusir dari sekolahnya saat ujian tengah berlangsung di SDN 002 Samarinda pada Selasa, 28 Mei 2022 lalu.

Disebut-sebut, penyebab bocah 10 tahun itu diusir oleh oknum guru lantaran tak memiliki seragam dan HP untuk belajar online. Lantas bagaimana duduk perkara sebenarnya dari kasus viral ini? Berikut beberapa fakta di baliknya.

1. Absen dari pembelajaran

MF disuruh pulang oleh gurunya dengan nada tidak enak. Selain karena MF tak memiliki seragam dan HP, juga lantaran ia telah absen sekolah selama setahun.

Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kaltim, Rina Zainun langsung turun tangan memastikan kondisi MF. Bocah itu kini disebutkan tengah mengalami trauma akibat pengusiran tersebut.

"Anak ini di suruh pulang oleh gurunya dengan nada tidak enak, karena anak ini tidak ikut pembelajaran selama setahun," kata Rina Zainun, dikutip Senin, 6 Juni 2022.

2. Piatu sejak umur 3 tahun

Rina Zainun mengatakan MF sudah ditinggal ibunya meninggal dunia sejak usianya masih tiga tahun. Sementara sang ayah tengah menjalani hukuman di penjara.

Keluarga yang merawat MF sendiri tergolong kurang mampu, sehingga tak bisa membelikannya handphone dan seragam. Sang bocah juga kerap dibully oleh teman-teman sekelas karena kondisinya.

Saat diusir oleh gurunya, MF bahkan dilempar kertas dan buku oleh teman-teman sekelasnya.

3. Guru sudah minta maaf

Tim TRC-PPA Kaltim bersama wali MF mendatangi sekolah pada 2 Juni 2022 untuk melakukan mediasi. Saat didatangi, oknum guru yang mengusir MF akhirnya meminta maaf atas tindakan yang dilakukannya.

"Sudah ada titik temu dan guru yang bersangkutan sudah mengakuinya," ujar Rina Zainun.

4. Sempat cekcok dengan relawan dan wartawan

Yang mengejutkan, seusai mediasi tersebut sempat terjadi keributan. Ada oknum guru yang tersulut emosinya dan mempertanyakan keterlibatan para relawan dan wartawan dalam pertemuan tersebut.

Relawan dan wartawan sendiri ingin mengetahui duduk persoalan pengusiran yang dialami MF. Situasi itu memicu keributan dengan guru yang berada di sekolah.

"Seusai mediasi sempat ada keributan. Seorang guru mempermasalahkan adanya kami sebagai anggota relawan dan sejumlah wartawan," lanjut Rina.

5. Tanggapan dinas pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda, Asli Nuryadin menyatakan pihaknya telah memanggil kepala sekolah dan guru yang melakukan pengusiran terhadap MF. Disdik Samarinda juga berjanji akan memfasilitasi MF agar bisa mengikuti proses belajar mengajar seperti biasanya.

"Artinya kita mengoreksi diri, dan tidak ada salahnya kita minta maaf. Dengan kondisi ini sudah seharusnya kita urus, dan tidak menghambat proses belajarnya, dan kami siap memfasilitasi seperti semula," tandas Asli.