IFBC Banner

Diduga Jadi Korban Kelalaian Kampus, Ribuan Netizen Dukung Petisi Cari Keadilan untuk Sholeh Azhar

Kamis, 23 Juni 2022 – 12:01 WIB

Petisi cari keadilan untuk Sholeh Azhar di laman Change.org.

Petisi cari keadilan untuk Sholeh Azhar di laman Change.org.

JAKARTA, REQnews - Lebih dari 5 ribu netizen telah menandatangani petisi di laman Change.org yang berisi desakan untuk mencari keadilan bagi Sholeh Azhar.

Sholeh Azhar merupakan salah satu mahasiswa D3 Teknik Mesin Universitas Tidar di Magelang, Jawa Tengah. Ia diduga menjadi korban ketidakadilan di kampusnya.

Kasus ini bermula saat Sholeh Azhar telah menyelesaikan tugas akhirnya dan ternyata ada beberapa mata kuliah yang belum diselesaikan hingga menyebabkan dia tidak dapat lulus meskipun sudah menyelesaikan tugas akhirnya.

Bermula saat dia menginjak semester 9, Sholeh Azhar menyadari bahwa ada beberapa mata kuliah yang belum dia ambil di semester sebelumnya karena ada kebijakan yang dimana memang Sholeh belum bisa mengambil SKS tersebut.

Setelah itu dia menemui dosen pembimbing akademiknya, dan sesuai intruksi dari dosen tersebut Sholeh diinstruksikan untuk melanjutkan dan menyelesaikan tugas akhirnya, sedangkan terkait mata kuliah yang belum diambil tersebut dikesampingkan terlebih dahulu.

Sesuai intruksi tersebut, Sholeh akhirnya menyelesaikan skripsinya, dan setelah skripsi tersebut selesai di semester 10, mata kuliah yang sebelumnya dikesampingkan ini malah dipermasalahkan, sehingga Sholeh terancam Drop Out (DO).

Sudah berbagai alur birokrasi kampus ditempuh seperti menghadap Kaprodi, Kajur, Dekanat, bahkan Rektorat namun tetap tidak bisa menemukan solusi dari kasus ini. Jika diurut permasalahan ini banyak pihak yang terlibat ke dalam kasus ini.

Yang pertama ialah dosen pembimbing akademik (dosen wali) yang menganjurkan Sholeh untuk menyelesaikan skripsi, dan menurut peraturan yang tercantum pada peraturan rektor yang berbunyi "dosen wali atau dosen pembimbing akademik adalah dosen yang diserahi tugas untuk memberikan pertimbangan, petunjuk, nasihat, dan persetujuan kepada mahasiswa bimbingannya dalam menentukan rencana studinya dan bisa memberi konseling yang mendukung proses pembelajaran" maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dosen pembimbing akademik tidak menjalankan fungsinya.

Kesalahan juga berada di jurusan/prodi karena meloloskan tugas akhir Sholeh sampai dengan sidang skripsi, yang seharusnya itu tidak bisa karena SKS belum memenuhi syarat.

Kesalahan selanjutnya ada di dekan dimana yang menandatangani surat keputusan (SK) pembimbing,dan penguji. Bisa diartikan, dekan pun lalai dengan tugasnya dan melanggar peraturan yang sudah ada karena meloloskan skripsi Sholeh yang seharusnya tidak bisa.

"Saya menulis ini untuk mencari keadilan untuk Saudara Sholeh Azhar. Jangan sampai dari berbagai pihak yang seharusnya menanggung konsekuensi masalah ini hanya satu orang yaitu Saudara Sholeh itu sendiri. Mundurnya dekan, kajur, pembimbing akademik adalah satu tanggung jawab yang bisa mereka berikan," demikian tulis Denny Irawan yang memulai petisi di laman Change.org, dikutip Kamis, 23 Juni 2022.

"Setidaknya walaupun Saudara Sholeh Azhar di-DO ada sanksi tegas birokrasi kampus agar kejadian ini tidak terjadi kembali di Universitas Tidar terutama Fakultas Teknik Universitas Tidar," tandasnya.

Untuk ikut mendukung petisi ini, Anda bisa memberi tanda tangan lewat tautan berikut: https://www.change.org/p/korban-kelalaian-birokrasi-kampus-mencari-keadilan