IFBC Banner

Kasus Kematian Brigadir J Kian Terang Benderang, Bukti Foto hingga Percakapan dari 10 HP Terbongkar!

Sabtu, 06 Agustus 2022 – 03:08 WIB

Ferdy Sambo-Putri Candrawathi dan Brigadir Joshua

Ferdy Sambo-Putri Candrawathi dan Brigadir Joshua

JAKARTA, REQnews - Kasus kematian Brigadir Joshua perlahan mulai menemukan titik terang. Terlebih, Komnas HAM telah mengumumkan pihaknya sudah mendapatkan detail soal 10 HP atau ponsel yang menjadi bukti kasus kematian Brigadir Joshua.

IFBC Banner


Sepuluh ponsel tersebut sebelumnya didapat timsus berdasarkan pemeriksaan terhadap para saksi. Dari 10 HP, masih ada 5 HP lainnya yang saat ini diperiksa oleh timsus.

"Tim siber sudah mengumpulkan 15 handphone dan 10 di antaranya sudah diperiksa. Sementara lima lagi sedang dianalisa," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, dikutip Sabtu, 6 Agustus 2022.

Dari tim siber, Komnas HAM juga mendapatan sejumlah bukti penting terkait kematian Brigadir Joshua. Diantaranya berupa foto, dokumen, kontak, sampai akun. Bahkan sejumlah percakapan pun diketahui sejak kapan dimulai.

"Termasuk temuan digital lainnya," ujar Beka.

Dia juga mengungkap, tim siber memperlihatkan dokumen adiministrasi penyidikan kepada Komnas HAM. Tidak hanya itu, pihaknya juga mendapatkan sejumlah raw material (bahan dasar) terkait percakapan di 10 HP tersebut.

Selanjutnya, Komnas HAM akan melakukan analisa lebih lanjut terkait hasil paparan berupa percakapan, foto, dokumen, kontak dan lain sebagainya.

"Hari ini kami meminta keterangan dari tim siber dan Timsus terkait komunikasi yang didapatkan dari handphone, bukan balistik," lanjut dia.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyebut, apa yang didapat dari 10 HP tersebut membuat kasus kematian Brigadir Joshua makin terang benderang.

Hasil pemeriksaan keluarga Brigadir Joshua dan bukti dalam 10 HP itu juga akan disinkronasi. Hal ini, kata Anam, menjadi sangat penting mengingat soal constraint waktu yang sudah didapatkan sejak dari Jambi.

"Itu juga terukur dari hasil pendalaman kami dalam 10 HP tersebut," ungkapnya.

Meski demkian, Anam mengaku tak bisa membeberkan secara detail isi dari 10 HP yang dimaksud, termasuk juga pemilik HP serta keterangan lainnnya.

Namun, ia memastikan bahwa semua percakapan di dalam 10 HP itu dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa Jumat berdarah di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.