Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Sejarah Kemunculan Hak Paten hingga Konsep Polisi Digaji Negara di Dunia

Rabu, 14 Agustus 2019 – 11:30 WIB

Ilustrasi hak paten (doc: istimewa)

Ilustrasi hak paten (doc: istimewa)

JAKARTA,REQnews – Buat kalian para milenial pasti penasaran dong, asal usul sejumlah aturan hukum di Indonesia. Mulai pertanyaan kapan sih munculnya hak paten, hak cipta, pengacara, penggunaan sidik jari, hingga konsep polisi yang digaji negara.

Asal tahu saja nih, ternyata semua aturan tersebut sudah dikenal sejak lama lho. Gak percaya? Yuk kita cek satu-satu, bagaimana pertama kali aturan-aturan tersebut muncul dan digunakan.

1. Hak Paten

Biasanya setiap produk obat-obatan, perangkat elektronik hingga penemuan teknologi baru perlu ada hak paten sehingga bisa mencegah disalahgunakan pihak yang tak bertanggungjaab. Nah, sebenarnya mekanisme kayak gini uda ada sejak zaman Yunani Kuno.

Di beberapa kota kuno Yunani di masa itu, pencipta sebuah resep masakan baru dianugerahi sebuah hak eksklusif untuk memasak makanan itu selama setahun. Praktek yang sama juga berlaku di beberapa kota di zaman Romawi kuno. Sementara penggunaan hak paten modern bermula di Italia sejak tahun 1474.

Pada waktu itu Republik Venesia mengeluarkan sebuah dekrit bahwa penemuan peralatan baru, yang telah digunakan, harus dilaporkan kepada republik untuk mendapatkan hak yang mencegah orang lain menggunakannya.

Inggris pun mengikuti hal serupa dengan Statute of Monopoli di tahun 1623 di bawah pemerintahan Raja James I, yang menyatakan bahwa paten hanya dapat diberikan pada proyek-proyek penemuan baru saja.

Seiring berjalannya waktu, kini di Indonesia, hak Paten diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor (No) 13 tahun 2016 Tentang Paten.

2. Hak Cipta

Kalau ada hak paten, maka perlu ada juga Hak cipta (copy right). Aturan ini tidak ditemukan sampai perkembangan teknologi press cetak dan dengan tingkat bebas buta huruf yang semakin besar. Statute of Anne merupakan hukum copy right pertama dan memberikan si pengarang hak-haknya untuk jangka waktu tertentu. Secara internasional, Konvensi Berne di tahun 1887 memberikan lingkup perlindungan copy right dan masih digunakan sampai saat ini. Di Indoensia, kini hak cipta diatur dalam UU No 28 tahun 2014 Tentang hak cipta.

3.Pengacara alias Advokat

Orang-orang pertama yang dapat dikatakan “pengacara” mungkin adalah para orator Athena di zaman Yunani Kuno. Namun, orator Athena menghadapi kendala struktural yang serius.

Pertama, terdapat peraturan bahwa individu tak seharusnya membela kasus hukum mereka sendiri, maka mereka perlu meminta seorang “teman” sebagai bantuan. Kedua, orator tidak diizinkan meminta bayaran atas jasa layanan mereka.

Lalu di zaman Romawi Kuno, tidak seperti di Athena, Roma malah mengembangkan kelas spesialis yang mempelajari hukum, yang dikenal sebagai Konsultan hukum (iuris consulti). Namun, Sebuah hukum yang berlaku tahun 204 SM melarang advokat Romawi meminta bayaran, tetapi hukum ini secara luas diabaikan.

Kaisar Claudius lalu mensahkan advokasi sebagai sebuah profesi dan memungkinkan advokat Romawi untuk menjadi pengacara pertama yang bisa praktek secara terbuka dan menghapuskan larangan biaya.

Dan seiring berjalannya waktu, advokat kini dianggap sebagai sebuah profesi yang sah dan diakui di seluruh dunia.

4.Penggunaan Sidik Jari

Memang tidak diketahui pastinya kapan sidik jari digunakan pertama kali. Tetapi kita dapat melihat dokumentasi penggunaan sidik jari yang penting yaitu di  Abad ke-14 M, di mana kerajaan Persia mulai menggunakan sidik jari pada berbagai dokumen resmi pemerintah mereka.

Lalu di tahun 1823,Jan Evangelista Purkyne, seorang professor anatomi dari Universitas Breslau Polandia, mempublikasikan tesisnya yang membahas 9 pola sidik jari, tetapi dia tidak menyebutkan penggunaan sidik jari untuk mengidentifikasi seseorang.

Kemudian di tahun 1880, Dr. Henry Faulds mempublikasi makalah pertamanya tentang hal ini. Di tahun 1886, dia sempat menawarkan konsep ini ke Metropolitan Police di London, tetapi ditolak.

Lalu di tahun 1892, Sir Francis Galton mempublikasikan sebuah statistic model detail dari analisis sidik jari dan identifikasi dan mendorong penggunaannya dalam ilmu forensic.

Di tahun yang sama, Juan Vucetich, seorang polisi Argentina yang telah mempelajari tipe pola Galton selama setahun, membuat identifikasi sidik jari kriminal pertama. Dia pun berhasil membuktikan Francisca Rojas bersalah atas pembunuhan setelah menunjukkan sidik jari berdarah yang ditemukan di lokasi kejadian.

5. Polisi

Konsep polisi yang dibayar pemerintah mulai muncul pertama kali di abad 17 dan awal abad 18, terkenal dengan sebutan Nicolas Delamare’s Traite de la Police (Risalah tentang Polisi), pertama diterbitkan 1705. Selain itu, German Polizeiwissenschaft (Pengetahuan Polisi) juga merupakan sebuah formulasi teoritis tentang polisi yang penting.

Lalu di Tahun 1667, pemerintahan Raja Louis XIV menciptakan satuan polisi pertama secara modern di Eropa. Konsep ini kemudian berkembang dan diterapkan di seluruh dunia hingga kini. (Binsasi)