Catat! 5 Sosok Inilah yang Harus Bertanggungjawab Atas Kerusuhan Wamena

Selasa, 01 Oktober 2019 – 19:00 WIB

Presiden Joko Widodo bersama Kapolri Tito Karnavian dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto

Presiden Joko Widodo bersama Kapolri Tito Karnavian dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto

JAKARTA, REQnews - Kerusuhan Wamena benar-benar mencoreng dan menodai martabat bangsa Indonesia yang dikenal ramah, bertoleransi serta santun. 33 orang dipastikan tewas, ribuan mengungsi dalam trauma dan ketakutan yang mencekam.

Siapa yang harusnya bertanggungjawab atas tragedi memilukan ini?

Dalam kerusuhan di Provinsi Papua ini, ada lima sosok yang diduga harus bertanggungjawab penuh. Berikut kelima terduga sosok tersebut:

1. Presiden Joko Widodo

Jokowi adalah kepala negara, Presiden Republik Indonesia, orang nomor satu di Tanah Air. Sudah seharusnya, Jokowi adalah sosok paling bertanggungjawab atas terjadinya pertumpahan darah antar anak bangsa, terutama karena SARA.

2. Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Sebagai aparat negara, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan anggotanya agar bertindak cepat dan tegas sebelum kerusuhan terjadi. Namun, kerusuhan malah menjadi parah, polisi baru hadir ketika keadaan semakin buruk, bukan mencegahnya terjadi lebih awal.

3. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

Kerusuhan Wamena harusnya dengan cepat diantisipasi oleh TNI, karena telah menyangkut soal kedaulatan negara. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto harus segera menyusun strategi agar peristiwa itu tak terjadi lagi.

4. Gubernur Papua Lukas Enembe

Entah apa sebenarnya yang dikerjakan Lukas Enembe sebagai Gubernur Papua. Wilayah yang dipimpinnya itu selalu diselimuti konflik, termasuk kerusuhan Wamena sebagai salah satu yang terparah.

5. Benny Wenda

Sebagai seorang putera kelahiran Tanah Air, putera asli Papua, Benny Wenda justru membuat situasi di Bumi Cenderawasih semakin buruk lewat sejumlah provokasinya dari luar negeri. Benny harus bertanggungjawab, atas semua korban yang jatuh akibat provokasinya tentang kemerdekaan Papua, yang justru berbau pengkhianatan.