Entah Apa yang Merasuki PN Jaksel, Pohon Sengon Jadi Tersangka Listrik Mati Massal

Rabu, 09 Oktober 2019 – 17:30 WIB

Pohon Sengon (doc: BBC.com)

Pohon Sengon (doc: BBC.com)

JAKARTA, REQnews – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) membuat putusan yang bisa dibilang aneh bin ajaib, soal insiden mati listrik massal beberapa waktu lalu. Sang Hakim tunggal Elfian malah menetapkan pohon Sengon sebagai tersangka.

Apa salah dan dosa si pohon dan entah apa yang merasuki PN Jaksel? Elfian dikabarkan menolak seluruh permohonan gugatan ganti rugi yang diajukan warga Jakarta Selatan, Ariyo Bimo kepada PT PLN terkait kematian ikan koinya akibat mati listrik massal.

Hakim menyatakan mati listrik itu akibat tumbangnya pohon sengon, bukan karena kelalaian PLN. "Gangguan tersebut dipicu pohon sengon di daerah Jateng yang secara otomatis mengaktifkan sistem proteksi transmisi sehingga aliran listrik pada jaringan transmisi terhenti sementara guna menghindari terjadinya keadaan yang membahayakan keselamatan umum. Berdasarkan pertimbangan di atas pengentian sementara penyediaan tenaga listrik oleh tergugat bukanlah bersifat melawan hukum," kata Elfian Rabu 9 Oktober 2019.

Pengacara Ariyo, David Tobing pun keberatan dengan keterangan ahli tersebut yang menyatakan padamnya listrik pada 4 Agustus lalu akibat ulah pohon sengon, bukan disengaja oleh PLN.

“Keterangan ahli ini, menurut kami prematur karena dia mengatakan ada pohon segon dan sebagainya. Sementara PLN sendiri mengatakan belum ada kesimpulan yang mengakibatkan (padamnya) listrik pada saat itu," kata dia lagi.

David juga keberatan dengan pertimbangan hakim sebelumnya yang mempertimbangkan keterangan ahli yang dianggap tidak netral karena pernah bekerja di proyek PLN.

"Yang dipersoalkan adalah gugatan ikan koi tersebut berdasar. Tapi, kenapa ditolak hakim hanya mendasarkan putusannya berdasarkan keterangan dari ahli. Sementara ahli ini sudah pernah kami protes keberadaannya karena ahli ini beberapa kali dia pernah memimpin proyek PLN dan itu ada di CV-nya," ujar David.

Sebenarnya pengajuan banding tersebut merupakan perkara perdata gugatan sederhana. Selain Ariyo, warga Jaksel lainnya, Petrus Bello dan sejarawan JJ Rizal juga mengajukan gugatan terhadap PLN terkait kematian ikan koinya akibat listrik padam secara massal.

Petrus juga mengajukan keberatan atas putusan PN Jaksel yang menolak gugatannya. Sementara sidang JJ Rizal masih berlangsung dalam proses mediasi.

"Minggu lalu kami juga mengajukan keberatan tehadap putusan PN Jaksel yang menolak gugatan Pak Petrus Bello," ungkap David, yang juga sebagai kuasa hukum Petrus. (Binsasi)