Kakek 72 Nekat Jalan Kaki dari Jepara ke Jakarta, untuk Apa?

Senin, 04 Maret 2019 – 12:00 WIB

Agus Suwarno memegang bendera (foto : Infopublik)

Agus Suwarno memegang bendera (foto : Infopublik)

JAKARTA, REQnews - Seorang kakek tua benar-benar nekat. Namanya Agus Suwarno (72) dan warga desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, lazim memangglnya Agus Kumis.

Agus Kumis nekat apa? Jalan kaki ratusan kilometer dari Jepara ke Jakarta. Bukan sekedar cari sensasi, Agus memiliki intensi jalan kaki demi pemilihan umum baik pilpres maupun pileg berjalan damai dan tenteram.

Benar-benar nekat. Padahal usianya sudah di ujung senja, sudah kakek-kakek dengan enam cucu. Tetapi keluarganya mengiklaskan malah mendukungnya, termasuk pihak KPUD Kabupaten Jepara. KPUD Jepara bahkan melepaspergikan Agus dari kantor KPUD Jepara pada hari Jumat (1/3/2019) pagi.

“Ini merupakan inisiatif pak Agus sendiri, membawa misi sukseskan Pemilu 2019, bulan April mendatang,” kata Ketua KPUD Jepara, Subchan Zuhri.

Subchan berharap, apa yang dilakukan oleh Agus, dapat menginspirasi banyak orang. Dengan berjalan kaki dari Jepara menuju Jakarta, merupakan bentuk partisipasi pengorbanan warga negara, dan sekaligus membuktikan warga Negara Indonesia, menginginkan Pemilu aman, lancar dan damai.

"Kami hanya memberikan doa, agar diberi kekuatan dan diridhoi oleh Allah, sehingga apa yang menjadi harapan Pak Agus menjadi harapan mayarakat Indonesia,” kata Subchan.

Agus memperkirakan, akan berjalan sejauh 500 kilometer, dengan waktu sekitar tiga pekan, untuk bisa sampai di Jakarta. Kali ini ia memilih jalur Selatan, melewati kota Solo.

Rencananya, sepanjang perjalanan ia akan mampir di setiap Polsek, Koramil, Polres hingga Kodim. Di sana Agus akan meminta tanda tangan dan stempel, sebagai bukti perjalanannya.

Rencananya setiba di Jakarta, selain ke Kantor KPU RI sebagai tujuan utamanya, ia juga berencana mendatangai Istana Merdeka dan Mabes Polri.

“Kalau memungkinkan, saya juga akan mendatangi paslon presiden baik nomor 01 maupun dan 02, mudah-mudahan diberi kesempatan untuk bertemu,” kata dia.

Dikatakan, soal beda pilihan adalah hal yang wajar. Namun yang terpenting, berkomitmen bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

“Beda suku, ras dan agama, adalah hal yang biasa. Yang terpenting, jangan sampai kita terpecah belah,” kata Agus.

Salah satu kunci keberhasilannya adalah Cengkir, kenceng pikir. Atau, tekad yang kuat. Jika tidak ada tekad yang kuat, tentu saja, upaya ini tidak akan berhasil, dan sia-sia. Aksi jalan kaki ini, bukan pertama kalinya dilakukan Agus Kumis.

Sebelumnya, ia pernah berjalan kaki untuk kampanye antinarkoba dan bertemu Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), yang saat itu masih dijabat oleh Budi Waseso (2016).

Agus juga melakukan aksi jalan kaki kampanye narkoba, menemui Walikota Surabaya sekaligus Ketua Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur Tri Rismaharini (Risma) pada tahun 2017.(*)