Diduga Selundupkan Narkoba, Polisi Temukan Hal Tak Terduga di Miss V Wanita Ini

Sabtu, 19 Oktober 2019 – 05:00 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

INTERNASIONAL, REQnews - Seorang wanita bernama Natalie Simms mengajukan gugatan terhadap detektif di San Antonio, Texas yang telah mengeluarkan pembalut silinder atau tamponnya karena dicurigai membawa narkoba. 

Sebagai informasi tampon adalah sejenis pembalut berbentuk silinder yang terbuat dari kapas lembut. Gunanya sama seperti pembalut, yaitu untuk menyerap aliran darah yang keluar saat sedang menstruasi. 

Bedanya, jika pembalut dipasang di permukaan celana dalam untuk menampung darah yang keluar, tampon justru dimasukkan ke dalam lubang vagina untuk menyumbat vagina sekaligus menyerap darah haid.

Karena bentuknya sama seperti lintingan narkoba yang sering diselundupkan, maka detektif itu pun mengeluarkan tampon yang diduga narkoba itu dari dalam Ms. V wanita tersebut.

Seperti dilansir dari Metro UK, Natalie sedang menunggu pacarnya ketika dia dihentikan oleh petugas polisi yang sedang menyelidiki daerah tersebut untuk aktivitas narkoba. Dia mengizinkan mereka untuk menggeledah mobilnya karena merasa dia tidak melakukan kesalahan.

Namun, seorang detektif wanita mulai mencari di saku Natalie, dan tidak menemukan apa pun. Detektif itu kemudian bertanya kepada Natalie apakah dia menyembunyikan sesuatu di Ms. V-nya itu. Natalie mengatakan tidak, tetapi mengatakan bahwa ia sedang menstruasi. 

Detektif itu kemudian menarik celana dan pakaian dalam Natalie terbuka dan menarik tali yang melekat pada tamponnya dengan lima petugas pria di dekatnya.

Natalie terus bertanya apakah dia bisa dibawa ke kantor polisi sehingga pencarian bisa dilakukan di area pribadi. Tapi detektif itu menjawab tak menggubris permintaanya itu. Natalie terus mengatakan bahwa dia tidak punya obat apa pun padanya, tetapi si detektif terus mencari tubuhnya.

"Jika Anda tidak punya apa-apa, Anda tidak perlu khawatir, oke, tapi ini semua tempat yang disembunyikan semua orang, jadi di sinilah kita harus mencari," kata detektif itu.

Natalie akhirnya bisa meninggalkan daerah itu setelah petugas tidak menemukan sesuatu yang ilegal. Tak terima atas perlakuan yang diterima, Natalie mengajukan gugatan terhadap detektif yang dibawa ke pengadilan dan ditanyai oleh pengacara tentang bagaimana dia memperlakukan Natalie.

"Penuh darah, kan? Mengapa Anda melakukan itu?," tanya pengacara. 

"Saya tidak tahu. Sepertinya ada barang di sana,” jawab polisi yang menggeledah Natalie dan diketahui bernama Wilson itu.

Parahnya, penggeledahan itu dilakukan tanpa surat perintah, tanpa kehadiran petugas medis, dan di jalan umum dalam pandangan beberapa orang serta orang-orang yang lewat. 

Akhirnya, Kota San Antonio menawarkan Natalie penyelesaian 205.000 US dollar atau jika dirupiahkan hampir Rp 3 miliar, sementara Wilson pensiun sembilan bulan setelah insiden itu.