IFBC Banner

Auto Gokil! Driver Ojol Sukses Raih S2 Hukum dan Bakal Lanjut S3

Minggu, 20 Oktober 2019 – 20:30 WIB

Sang Driver GoJek Badrut Taman yang lulus S2 Hukum (doc: tribunnews.com)

Sang Driver GoJek Badrut Taman yang lulus S2 Hukum (doc: tribunnews.com)

JAKARTA, REQnews – Sebuah kisah menarik kembali datang dari seorang driver ojek online (ojol). Namanya Badrut Taman, warga Desa Tisno Gambar, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Di sela-sela kesibukannya sebagai driver GoJek untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia masih menyempatkan diri untuk kuliah bahkan sampai ke jenjang Pascasarjana (S2).

Tamam tercatat sebagai mahasiswa pascasarjana IAIN Jember pada tahun 2017. Setahun kemudian, tepatnya awal tahun 2018, Tamam mulai menjadi driver ojek online.

Ia pun tetap bekerja sebagai driver ojek online hingga lulus kuliah di  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember dengan predikat cum laude.

Menurut penuturan Tamam, selama kuliah, ia harus pintar mengatur dan membagi waktu, antara jam kuliah dan jam kerja sebagai driver ojek online.

“Harus berbagi waktu, ya kalau waktu kuliah, saya off-kan dulu aplikasinya. Begitu selesai kuliah, saya langsung narik lagi,” katanya.

Alasan ia mengambil S2 karena belum puas dengan ilmu yang dia peroleh. Bahkan selama mengikuti kuliah, Tamam mengaku tetap menggunakan jaket seragam ojek online.

“Saya selalu pakai jaket Go-Jek ketika kuliah di kelas, dan saya tidak pernah malu. Toh, yang saya lakukan adalah untuk mencari ilmu, dan pekerjaan ini adalah pekerjaan halal,” ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa perjuangan meraih gelar S2 bukan perkara mudah. Tamam mengaku sempat kesulitan saat kuliah, terutama saat akan membayar biaya kuliah, karena pendapatan driver ojek tidak menentu.

Pun ia mengaku tak patah arang dan terus optimis untuk menyelesaikan kuliahnya. “Ya, namanya pendapatan driver ojek, juga tidak menentu pendapatannya. Tapi, alhamdulillah ada saja jalannya hingga akhirnya saya menyelesaikan pendidikan ini,” katanya.

Bahkan kata dia, setelah lulus pascasarjana, Tamam mengaku ingin terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Saya akan lanjutkan pendidikan ke jenjang doktor, tidak ada kata menyerah, karena saya yakin, pasti ada jalan, apalagi saya mencari ilmu,” ujar dia. (Binsasi)