Tak Main-main! Gegara Narkoba Mantan Anggota DPR Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Sabtu, 09 November 2019 – 07:00 WIB

Ilustrasi pengedaran narkoba (doc: istimewa)

Ilustrasi pengedaran narkoba (doc: istimewa)

INTERNASIONAL, REQnews – Seorang mantan anggota DPR harus menelan pil pahit akibat tindakannya dalam upaya menyelundupkan narkoba. Atas tindakannya itu, ia pun divonis penjara seumur hidup lewat putusan dari Pengadilan Menengah Guangzhou, China.

Melansir pemberitaan AFP, politikus tersebut berasal dari Jepang dan bernama Takuma Sakuragi. Ia terbukti berusaha menyelundupkan narkotika jenis sabu seberat 3,29 kilogram (kg). Barang haram itu, ia sembunyikan di dalam pegangan koper dan dalam sol sandal wanita pada 2013 lalu. Ia pun segera diciduk saat akan terbang dari Guangzhou menuju Jepang melalui Shanghai oleh pihak kepolisian setempat. Padahal waktu itu tengah dalam perjalanan bisnis pribadi.

Pada saat proses persidangan, Sakuragi memjelaskan bahwa ia diminta oleh seorang kenalan asal Nigeria untuk membawa sebuah koper ke Jepang. Mantan anggota dewan kota prefektur Aichi tersebut mengaku tidak mengetahui jika ada sabu di dalamnya.

Selain dia, polisi juga menangkap dua pelaku lain yakni Aly Yattabare asal Mali dan Mohamed Soumah dari Guinea. Keduanya diamankan kepolisian beberapa pekan setelahnya karena diduga melakukan pengemasan sabu di dalam koper yang dibawa Sakuragi.

Kepolisian kemudian menggeledah rumah milik kedua pelaku dan menemukan sepaket sabu seberat 18 gram. Akibat perbuatan mereka, pengadilan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Mohamed dan Sakuragi. Sementara Yattabare dijatuhi hukuman seumur hidup dengan penagguhan hukuman mati selama dua tahun.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, menuturkan bahwa pihaknya telah memberi kabar kepada konsulat jenderal Jepang di Guangzhou mengenai hukuman yang diterima Sakuragi.

Penahanan tersebut dilakukan sehari setelah China memenjarakan sembilan orang yang melakukan penjualan fentanyl kepada beberapa warga Amerika Serikat. Penyelidikan terhadap kasus itu dianggap kesuksesan penyelidikan gabungan AS-China.

Hukum pidana di China diketahui tidak memberikan hukuman mati bagi sebagian besar terdakwa yang berusia lebih dari 75 tahun. (Binsasi)