Curhat Terdakwa Kasus Narkoba Diperas Oknum Jaksa Kejari Karimun

Sabtu, 09 November 2019 – 18:30 WIB

Kantor Kejaksaan Karimun (istimewa)

Kantor Kejaksaan Karimun (istimewa)

KARIMUN, REQnews – Sebuah tindakan memalukan dilakukan oleh seorang jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun. Ia diduga meminta uang suap kepada salah seorang terdakwa untuk meringankan tuntutan hukumannya.

 Oknum jaksa berinisial Da ini yang disebut-sebut meminta ‘pelicin’ kepada terdakwa, Syahid Bustomi. Hal ini dungkapkan sendiri oleh Syahid. Namun, kata dia, permintaan duit itu tidak disampaikan secara langsung oleh Da kepadanya, tapi melalui seorang tahanan kasus narkoba lainnya.

"Saya dicekik dalam tanda kutip. Memang tidak disampaikan langsung. Tapi dia bilang sama tahanan lain kalau saya tidak cepat mengurus, maka saya akan dibenamkan," katanya, Jumat 8 November 2019.

Ia juga mengatakan, sebelum permintaan duit tadi mencuat, Da juga sudah sempat mengintimidasinya. Da bilang, kalau Syahid sudah bisa ditahan di Lapas Nusa Kambangan.

"Katanya kalau lihat dari barang bukti (BB), ini sudah bisa ditahan di Nusa Kambangan. Macamnya saya ini bandar narkoba yang besar. Memang saya akui saya memakai narkoba, tapi saya tidak pernah menjual," ujarnya membela diri.

Dan parahnya lagi, kata Syahid, ulah Da tadi bukan cuma padanya, tapi juga terhadap beberapa terdakwa kasus narkoba lainnya.

"Sama yang sekasus dengan saya juga (menyebutkan nama seorang tahanan narkoba). Kawan itu sama kayak saya tidak punya uang. Dia dituntut 10 tahun," katanya.

Saat ini perkara Syahid masih ditangani Pengadilan Negeri Karimun. Pada Kamis 7 November lalu, dia menjalani sidang dan dituntut 12 tahun 6 bulan kurungan.

"Kalau saya ada uang pasti saya kasih dia. Tapi apa yang mau saya kasih. Saya ini single parent dengan tiga anak, rumah juga masih ngontrak," ujarnya.

Sementara itu, Jaksa Da malah terkesan menghindar dari cerita busuk tentang dirinya itu. "Saya mau keluar. Ada yang berwenang nanti memberikan jawaban itu. Langsung saja nanti hubungi Kasi Pidum. Ya ya," katanya.

Kisah seperti yang dialami Syahid, bukan kali ini saja terjadi. Pada September 2016, ada juga oknum jaksa berinisial Ra yang meminta duit kepada terdakwa kasus narkoba bernama Okto. Beda dengan Da, meski Okto sudah divonis, Ra masih meminta duit. (Binsasi)