Memalukan! Seorang Abdi Dalem Keraton Yogya Diduga Berbuat Tak Senonoh ke Mahasiswi

Selasa, 12 November 2019 – 00:00 WIB

ilustrasi pelecehan seksual (doc: butonrayanews.co.id)

ilustrasi pelecehan seksual (doc: butonrayanews.co.id)

YOGYAKARTA, REQnews – Seorang abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat selalu dikenal sebagai pribadi yang berbudi luhur, ramah dan setia. Namun hal ini tak terlihat pada seorang abdi dalem berinisial SW (68).

Nama Kraton Yogyakarta yang agung seakan tercoreng atas aksi tak senonoh yang ia lakukan terhadap seorang gadis muda. Kakek tua ini diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi. SW melancarkan aksi bejatnya pada Minggu 10 November 2019 malam.

Menurut penjelasan Sekretaris Forum Komunikasi Alun-alun Utara (FKAAU) Kresnadi, kejadian itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu ada tiga orang mahasiswi berjalan ke tengah Alun-alun Utara Yogyakarta.

"Dari keterangan, ketiga mahasiswa itu lalu dihampiri oleh seseorang yang diduga abdi dalem (SW), lalu mereka terlibat obrolan yang tiba-tiba menjurus ke hal porno," katanya, Senin 11 November 2019.

Setelah mengobrol, kata Kresnadi, pria tua yang mengenakan pakaian peranakan ini tiba-tiba mendekati dan mencoba memegang tangan salah satu mahasiswi. Namun upayanya itu mendapat perlawanan dengan menepis tangan SW.

"Lalu dia (SW) mendekati mahasiswi kedua, tapi (tangan SW) ditepis juga. Karena mahasiswi ketiga berjalan di belakang, dia (SW) coba mendekati sambil diajak ngobrol," ujarnya.

Setelah mendekat, SW tiba-tiba menarik tangan mahasiswi tersebut agar memegang kemaluannya. Sontak mahasiswi itu langsung melepaskan pegangan SW dan berlari mendekati kedua rekannya.

"Mereka bertiga lalu balik ke tempat parkir di depan pendopo lawas, di sini korban terus menangis dan diantar ke pos Pam Budaya oleh tukang parkir yang berada di sisi timur (alun-alun)," ucapnya.

Setelah mendapat informasi dari korban, petugas Pam Budaya bersama FKAAU mencari dan mengamankan SW ke Polsek Kraton. Namun, karena lokasi kejadian berada di Kecamatan Gondomanan, lantas Polsek Kraton melimpahkan kasus tersebut ke Polsek Gondomanan.

Secara terpisah, Kapolsek Gondomanan Kompol Purwanto pun membenarkan informasi tersebut. Namun ia mengaku belum ada laporan polisi resmi dari korban.

"Informasinya seperti itu, tapi kan belum ada laporan. Informasinya diamankan Pam Budaya terus di bawa ke Polsek Kraton, tapi karena wilayahnya masuk GM (Gondomanan) diserahkan ke sini (Polsek Gondomanan). Kalau ada laporan baru bisa diproses, karena kami menangani kasus berdasarkan laporan dan bukti-bukti," katanya.

Karena itu, Purwanto meminta korban untuk segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gondomanan. Hal itu agar kejadian tersebut dapat segera diproses secara hukum. (Binsasi)